Vietnam telah mengeluarkan instruksi untuk menindak tegas pengiriman barang secara ilegal (transhipment) ke Amerika Serikat (AS) dan mitra dagang lainnya.
Raksasa otomotif Jepang menghadapi kerugian lebih dari US$ 19 miliar atau Rp 313,50 triliun (kurs Rp 16.500) imbas kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).
Donald Trump memanfaatkan tarif sebagai instrumen memaksakan kepatuhan dari negara pembangkang. Haruskah AS kini mengkhawatirkan tindakan balasan dari mitra?