BMKG mengungkap potensi karhutla dengan 5.090 titik api akibat musim kemarau. Puncak risiko terjadi Agustus-September 2026, terutama di Riau dan Kalimantan.
Ketua Komisi V DPR Lasarus menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau menurun, namun tetap perlu dipantau. Masyarakat diimbau waspada dan mengikuti informasi resmi.