Meta mengklaim telah menghapus atau menandai lebih dari 795.000 konten dalam Bahasa Ibrani dan Arab dalam tiga hari sejak Hamas meluncurkan serangan di Israel.
Mayoritas pemimpin Hamas jarang tampil di publik. Namun mereka memiliki pengalaman yang nyaris serupa: berulang kali menghadapi upaya pembunuhan oleh Israel.
WHO menyatakan bahwa perintah evakuasi di Gaza menjelang invasi darat militer Israel seperti 'hukuman mati' bagi warga Palestina yang sakit dan terluka di RS.
Kelompok Hizbullah menyatakan siap bergabung Hamas dalam perang melawan Israel ketika waktunya tepat. Arab Saudi menunda pembicaraan normalisasi dengan Israel.
Militer Israel mengklaim serangan udaranya menewaskan komandan yang memimpin pasukan elite Hamas dalam serangan ke negara Yahudi itu pada 7 Oktober lalu.