Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan pelemahan Rupiah bukan disebabkan fundamental ekonomi Indonesia melemah, melainkan faktor global.
Nilai tukar rupiah diprediksi melemah hingga Rp 18.000 per dolar AS. Analis menyebut faktor struktural dan kebijakan pemerintah sebagai penyebab utama.