Pemulihan pemerintahan di Aceh Tamiang dimulai kembali setelah pembersihan 33 gedung oleh IPDN. Progres pemulihan menunjukkan hasil yang konsisten dan efektif.
Mendikti Satryo Soemantri dirumorkan di-reshuffle setelah 122 hari menjabat. Ia mengajukan anggaran Rp 2,6 T untuk tukin dosen, dan mau mengubah 4 aturan.