Dalam demokrasi hari ini, kata Wamenag, yang kalah menjadi oposisi. Presiden Prabowo Subianto, kata Wamenag, bertekad meninggalkan ciri demokrasi seperti itu.
Ia menyinggung soal PSN yang didorong pemerintah, padahal masih ada warga yang belum sejahtera. Atnike memaknai demokrasi mestinya bisa memberi kesejahteraan.
Politik simbol presiden dalam Pilkada adalah ancaman nyata bagi demokrasi. Jika tidak dikoreksi, akan menjadi kenormalan baru yang sulit diubah di masa depan.