Menteri Keuangan Sri Mulyani menolak saran penerapan flat tax dari ekonom AS Arthur Laffer, menegaskan pentingnya tarif pajak progresif untuk keadilan sosial.
Pimpinan DPR meminta pemerintah menerapkan diplomasi dagang yang baik, sementara legislator lainnya mendorong pemerintah mencari pasar baru alternatif.
Hal ini terjadi setelah China menyatakan akan menerapkan bea masuk sebesar 34% terhadap semua produk AS, untuk membalas kebijakan tarif baru AS Donald Trump.