H dan BU berdalih meninggalkan jasad bayinya di RS karena tak ada biaya dan BPJS Kesehatan. Polisi mengungkap pihak RS sempat mau membuatkan BPJS untuk korban.
Seorang balita, FKJB di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas setelah kedua kakinya terkena sabetan parang oleh ibu kandungnya, Deningsi Bano Beti (27).