Keterlibatan mendalam Elon Musk di pemerintahan Donald Trump, dukungannya pada partai sayap kanan Eropa dan kontroversi lainnya, tampaknya amat berdampak.
Elon Musk dikritik mantan pacarnya, Grimes, lantaran membawa anak mereka, X, ke Gedung Putih saat memberikan keterangan pers bersama Presiden AS Donald Trump.
Departemen Luar Negeri AS akan "segera" menerapkan rencana pengurangan tenaga kerjanya, setelah MA memberikan lampu hijau untuk PHK massal yang diajukan Trump.
Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia Hikmahanto menilai partai baru bikinan Elon Musk tak akan sedominan Partai Demokrat dan Partai Republik.
Elon Musk menghadapi tantangan besar di Tesla, dengan nilai saham merosot 50% akibat keterlibatan politik dan kompetisi. Ia optimis untuk jangka panjang.