Pemerintah Indonesia akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Sumatera dan Kalimantan dengan kapasitas 500 MW, beroperasi 2032-2033.
Pemerintah berencana menerapkan BBM etanol 10% dengan belajar dari Brasil. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan kirim tim untuk studi pengembangan etanol.