Kota Mataram berpeluang mendapatkan unit pengolahan sampah baru berkapasitas 300 ton/hari melalui pinjaman luar negeri, namun memerlukan lahan 1 hektare.
Menteri Airlangga Hartarto memastikan perjanjian dagang Indonesia-AS tidak akan merugikan pasar domestik. Kerja sama ini mencakup perlindungan dan keseimbangan.