Pemerintah luncurkan program stimulus ekonomi Rp 33,05 triliun, termasuk BLTS, diskon transportasi Nataru, dan magang untuk dorong pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah hentikan sementara impor raw sugar untuk optimalkan produksi dalam negeri. Kebocoran gula rafinasi ke pasar tradisional jadi penyebab utama.