Presiden Prabowo Subianto menyebut model-model kebijakannya Marhaenisme yang identik dengan Sukarno. Ia menyebut PDIP susah untuk tak mendukung programnya.
PDI Perjuangan, melalui Said Abdullah, menegaskan posisinya sebagai partai penyeimbang dalam pemerintahan, mendukung kebijakan baik dan mengingatkan jika buruk.
Megawati Soekarnoputri melantik pimpinan organisasi sayap PDIP, termasuk Pinka Haprani dan Andi Widjajanto, untuk memperkuat konsolidasi dan riset partai.
Sekjen PD Herman Khaeron meminta PDIP menjelaskan posisi sebagai partai penyeimbang pemerintah. Ia membandingkan dengan posisi Demokrat di era sebelumnya.