Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menargetkan partainya mempunyai kader yang terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur ke depan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partainya memiliki sejumlah kader potensial untuk diusung.
"Ya itu sebagai suatu cita-cita politik. Karena ditinjau dari peta politik yang ada, secara konsisten elektoral PDI Perjuangan itu mengalami kenaikan terus-menerus. Karena itulah partai harus membangun optimisme, termasuk di dalam menetapkan target-target perolehan kursi pada pemilu yang akan datang," kata Hasto di Surabaya, Minggu (23/8/2026).
"Tetapi Pemilu juga menegaskan bahwa yang terpenting menampilkan wajah politik yang memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan terus-menerus membela rakyat tertindas. Maka tadi dinyanyikan juga lagu Bung Karno Bapak Marhaenis untuk mengingatkan tentang pentingnya keberpihakan, pembelaan terhadap rakyat kecil. Bahkan tadi Ibu menampilkan sosok Pak No itu yang dalam 17 Agustus di Banyuwangi itu menunjukkan patriotisme yang luar biasa di tengah-tengah sampah, dan itu diberikan perhatian khusus oleh Ibu Ketua Umum. Maka seluruh kader partai harus muncul jiwa-jiwa patriotisme dan menggembleng semangat guna membela rakyat Marhaen tersebut," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto kemudian mengungkap sosok yang berpeluang diusung PDIP sebagai Calon Gubernur Jatim. Nama-nama kepala daerah PDIP di Jatim masuk bursa mulai dari Achmad Fauzi (Bupati Sumenep) hingga Eri Cahyadi (Wali Kota Surabaya).
"Kalau kita lihat di dalam demokrasi yang terkonsolidasi, maka ada calon-calon yang muncul dari kepala daerah. Kami punya 12 kepala daerah, ada juga calon yang muncul dari anggota DPR RI, kami punya anggota DPR RI yang cukup signifikan, sekitar 19 dari Jawa Timur," bebernya.
"Kemudian partai juga melakukan pendidikan politik dan rekrutmen secara terbuka. Ibu Tri Rismaharini misalnya, direkrut dari kalangan ASN yang menggembleng kepemimpinannya dan kemudian bertemu dengan Ibu Mega dan diberikan ruang untuk menjadi wali kota dua periode dan sangat berhasil, kemudian menjadi Menteri Sosial, dan sekarang menjadi Ketua DPP Bidang Penanggulangan Bencana," tambahnya.
Hasto menyebut PDIP punya banyak kader potensial untuk diusung menjadi Cagub Jatim 2029. Apalagi, kader PDIP di Jatim punya rekam jejak bagus.
"Jadi PDIP memiliki banyak success story terkait dengan para kepala daerah, dan dengan solidnya mesin partai, ini menjadi modal bagi pemenangan Pemilu Gubernur, kepala daerah yang akan datang, dan pemilu legislatif serta presiden," tegasnya.
"Jadi mereka-mereka yang punya potensi sebagai pemimpin dan kemudian mampu menjawab harapan rakyat, itu diberikan ruang di PDI Perjuangan, termasuk bagi anak-anak muda. Syaratnya adalah anak-anak muda yang memiliki jiwa dan spirit seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan para tokoh-tokoh bangsa lainnya," tandasnya.
Sebelumnya Ketua PDIP Jatim, Said Abdullah berharap agar pada Pilkada Jatim, PDIP bisa memenangkan Pileg 2029 dan Pilgub Jatim.
"Dengan kerja keras kita semua, kita punya kewajiban sama, tekad yang sama untuk memenangkan pileg dan pilgub yang akan datang," kata Ketua PDIP Jatim Said Abdullah di Surabaya, Minggu (23/8/2026).
Said mengatakan sejumlah evaluasi telah dilakukan oleh PDIP Jatim usai kehilangan sejumlah kursi legislatif dan eksekutif pada Pemilu 2024 lalu. Ia yakin, PDIP akan menang di Jatim, dan memiliki kader untuk duduk sebagai Gubernur Jawa Timur.
"Bahwa PDI Perjuangan sudah saatnya punya Gubernur Jawa Timur,"' tambahnya
Said menuturkan sejumlah langkah PDIP untuk bangkit memenangkan Pileg dan Pilkada di Jatim pada tahun 2029. Mulai dari kaderisasi hingga menggelar berbagai acara yang memberi kemasalahatan untuk warga.
"Kita akan bedah semua di setiap dapil kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan sampai di TPS. Percayalah bahwa setelah kaderisasi, banyak hak kita lakukan, dan banyak evaluasi kita lakukan," tegasnya.
"Kami siap memenangkan pileg, menyambut kemenangan di 2029. Semua harus gotong royong, semua anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota harus benar-benar turun reses ke lokasi, tidak ada lagi tidak turun ke lokasi," tandas Said.
