Yanti dan ayahnya, Cahya, ditangkap setelah memutilasi ibu dan anaknya. Mereka berpura-pura mengalami gangguan jiwa untuk menutupi kejahatan sadis ini.
Belasan eks karyawan di Surabaya terjebak ketidakpastian karena belum mendapatkan uang kompensasi usai PHK. Mereka pun menanti haknya demi melanjutkan hidup.