Tilang manual kembali dilakukan seiring dengan tilang elektronik (ETLE), termasuk di Semarang. Banyak kendaraan pakai pelat nomor palsu jadi pertimbangannya.
Ketiadaan tilang manual ternyata menimbulkan kerinduan bagi warga Lamongan. Tak adanya tilang manual membuat banyak pengendara mengabaikan keselamatan lalin.