Pete Hegseth menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki persediaan senjata yang lebih dari cukup dan "lebih dari mampu" untuk melanjutkan perang dengan Iran.
Pemakaman Khamenei diwarnai eskalasi konflik. AS-Iran saling gencarkan serangan. AS menuding Iran tidak serius dalam perundingan dan mengancam keamanan Hormuz.
Kesepakatan ini belum resmi ditandatangani, namun perhatian beralih pada tantangan: serangan militer Israel di Lebanon, program nuklir Iran, serta Selat Hormuz.
AS menyita kapal tanker di lepas pantai Venezuela, menambah tekanan terhadap Caracas. Penyitaan ini direspons oleh Venezuela dan Iran sebagai tindakan ilegal.