Invasi yang didorong oleh alasan campur tangan kemanusiaan, keamanan energi, atau penahanan pengaruh kekuatan revisionis, bukanlah peristiwa terisolasi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa "Iran berada dalam masalah besar" seiring aksi-aksi protes anti-pemerintah yang melanda negara itu.
Aksi unjuk rasa meletus di beberapa kota di seluruh Iran, meskipun aparat keamanan dilaporkan terus melakukan tindakan keras yang menewaskan puluhan orang.
Otoritas Iran telah melakukan eksekusi mati kepada seorang warganya. Pria Iran itu dihukum mati atas tuduhan menjadi mata-mata dinas intelijen Israel, Mossad.