Isu Palestina mulai dibahas di kalangan pemimpin Asia sebelum Konferensi Asia-Afrika 1955, menandai solidaritas terhadap perjuangan bangsa Arab Palestina.
Sejalan dengan karakter diplomasinya yang kompulsif, Trump kerap mengeluarkan pernyataan politik kontroversial, termasuk soal rencana relokasi warga Gaza.