Massa yang terdiri dari Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi demo di depan Gedung DPR. Mayoritas dari massa terlihat memakai pakaian hitam-merah muda.
Unjuk rasa di Bandung pada 29 Agustus 2025 berubah menjadi kerusuhan setelah kematian pengemudi ojol. Massa membakar aset negara dan menyerang Gedung Sate.
Aksi demonstrasi di Gedung DPRD Jabar menyebabkan 66 polisi terluka, 6 di antaranya serius. Kapolda Jabar menegaskan komitmen Polri untuk menjaga keamanan.
Setelah aksi buruh, mahasiswa unjuk rasa di depan DPR/MPR Jakarta, menuntut pertanggungjawaban legislatif dan protes tunjangan DPR. Aksi berujung ricuh.
Ada 4 tuntutan yang disampaikan driver ojol yang demo di Kantor DPED Sumsel. Di antaranya terkait legalitas ojol untuk angkutan penumpang dan penetapan tarif.