Rusia dilaporkan tengah membuka investigasi terhadap Bos Telegram, Pavel Durov. Durov diduga terlibat dalam dugaan 'memfasilitasi' konten ekstremis di Rusia.
Pavel Durov, pendiri Telegram, mengklaim menjadi ayah biologis lebih dari 100 anak. Ia aktif mendonorkan sperma dan rela membagi warisan ke 100 anaknya.