Pejabat Turki menyebut laporan intelijen Israel tentang rencana Iran membunuh Trump di KTT NATO tidak benar. Ancaman ini memicu langkah pengamanan luar biasa.
Para pejabat Turki mengomentari dugaan rencana Iran untuk membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama KTT NATO baru-baru ini di Ankara, Turki.
Presiden Trump mengungkap dua opsi untuk Iran: membiarkan ekonomi terpuruk atau menyerang. Dia menuduh Iran sebagai negosiator licik dalam konflik ini.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut pemimpin tertinggi negaranya, Mojtaba Khamenei, dalam kondisi "sehat secara fisik sepenuhnya" usai pertemuan tujuh jam.
Trump mengklaim AS memiliki "kendali total" atas Selat Hormuz, sementara Iran tetap menutup jalur strategis itu. Ketegangan meningkat setelah serangan Houthi.
Trump menuduh Iran sebagai "negosiator yang licik" dan memaparkan dua opsi yang tersisa untuk Teheran, saat upaya diplomasi belum juga membuahkan hasil konkret.