×
Ad

Kamar Tidur Lembap dan Bau Apek? Begini Cara Mengatasinya Tanpa AC

Danang Sugianto - detikProperti
Senin, 28 Sep 2026 16:43 WIB
Ilustrasi kamar tidur (Foto: Getty Images/imaginima)
Jakarta -

Kamar tidur yang terasa lembap bisa membuat penghuni tidak nyaman. Kondisi ini biasanya ditandai dengan udara pengap, bau apek, hingga munculnya jamur di dinding atau sudut ruangan.

Kamar lembap cukup sering terjadi saat musim hujan. Namun, kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh sirkulasi udara yang buruk, dinding yang rembes, atau aktivitas penghuni yang menghasilkan uap air.

Menurut buku Penyehatan Udara karya Tri Cahyono, SKM, MSi, kelembapan merupakan kondisi ketika kandungan uap air di udara terlalu tinggi. Di dalam rumah, kelembapan dapat berasal dari penguapan air yang meresap dari dinding dan lantai maupun aktivitas sehari-hari penghuni.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu pertumbuhan jamur. Mengacu pada buku Pencemaran Udara dalam Ruangan karya HJ Mukono, keberadaan jamur atau mould di dalam ruangan dapat berkaitan dengan gangguan pernapasan dan alergi.

Karena itu, kamar yang lembap sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja. Menyalakan AC memang bisa membantu, tetapi ada sejumlah cara lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi kelembapan.

Berikut beberapa di antaranya.

1. Pantau tingkat kelembapan

Langkah pertama adalah mengetahui seberapa lembap kamar. Kelembapan relatif di dalam ruangan umumnya nyaman pada kisaran 40-60%.

Penghuni bisa menggunakan hygrometer untuk mengetahui tingkat kelembapan kamar. Dengan begitu, perubahan kelembapan dapat dipantau dan langkah penanganan bisa dilakukan sesuai kondisi.

2. Pastikan ventilasi berfungsi baik

Ventilasi berperan penting dalam menjaga pertukaran udara di dalam rumah. Kamar dengan sirkulasi udara yang buruk cenderung lebih mudah terasa pengap dan lembap.

Pastikan ventilasi tidak tertutup barang atau furnitur. Bukaan udara juga perlu disesuaikan dengan kondisi dan desain rumah agar udara dapat bersirkulasi dengan baik.

3. Manfaatkan kipas angin

Tidak punya AC bukan berarti kamar harus dibiarkan pengap. Kipas angin dapat membantu menggerakkan udara di dalam ruangan. Agar lebih efektif, arahkan aliran udara ke area yang cenderung lembap atau pastikan udara dapat bergerak menuju bukaan seperti jendela.

Kipas angin sendiri tidak menghilangkan uap air dari udara seperti dehumidifier. Namun, pergerakan udara dapat membantu proses pengeringan pada permukaan yang lembap.

4. Buka jendela secara rutin

Membuka jendela menjadi salah satu cara paling sederhana untuk membantu pertukaran udara.

Jika kondisi udara di luar memungkinkan, buka jendela secara rutin agar udara dari dalam kamar dapat berganti. Langkah ini juga membantu mengurangi udara pengap.

Namun, ketika udara luar justru sangat lembap atau sedang hujan, jendela sebaiknya tidak dibuka terlalu lama.

5. Gunakan dehumidifier

Jika kamar berada di wilayah yang cenderung lembap atau masalah kelembapan terus berulang, dehumidifier bisa menjadi pilihan.

Berbeda dengan kipas, alat ini memang dirancang untuk mengurangi kandungan uap air di udara. Air yang berhasil dikumpulkan kemudian ditampung dalam wadah atau dialirkan melalui selang, tergantung jenis perangkatnya.

6. Cari sumber rembesan

Jangan hanya mengatasi udara lembap tanpa mencari penyebabnya.

Periksa dinding, plafon, lantai, area sekitar jendela, hingga atap. Dinding yang rembes atau kebocoran dari saluran air dapat menjadi sumber kelembapan yang terus-menerus.

Jika ditemukan rembesan, sumber kebocoran perlu diperbaiki terlebih dahulu. Dinding yang mengalami masalah juga dapat membutuhkan penanganan dan pelapisan kembali setelah kondisinya benar-benar kering.

7. Jangan biarkan karpet lembap

Karpet dapat menyimpan air dan kelembapan, terutama jika terkena tumpahan atau berada di ruangan yang memang lembap.

Karena itu, karpet perlu dibersihkan dan dikeringkan secara rutin. Jangan memasang kembali karpet sebelum benar-benar kering karena kondisi lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur.

8. Hindari menjemur pakaian di kamar

Menjemur pakaian basah di dalam kamar dapat menambah kandungan uap air ke udara.

Air dari pakaian akan menguap dan meningkatkan kelembapan ruangan. Jika memungkinkan, jemur pakaian di luar rumah atau tempat khusus yang memiliki sirkulasi udara dan paparan sinar matahari yang cukup.

Selain cara tersebut, penghuni juga dapat menggunakan moisture absorber atau penyerap kelembapan yang ditempatkan di sudut-sudut ruangan.

Namun, penyerap kelembapan pasif biasanya lebih cocok sebagai pelengkap, terutama untuk ruang kecil atau area tertentu. Jika kamar terus-menerus lembap, sumber masalah seperti rembesan, kebocoran, dan ventilasi tetap perlu diperbaiki.

Dengan mengendalikan sumber kelembapan dan memperbaiki sirkulasi udara, kamar dapat terasa lebih nyaman tanpa harus selalu bergantung pada AC.



Simak Video "Rahasia Arsitek Bikin Kos-kosan 'Berlubang' di Surabaya Jadi Adem"

(das/das)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork