×
Ad

Benarkah Lampu Sensor Gerak Lebih Hemat Listrik? Pakar Ungkap Jawabannya

ilham fikriansyah - detikProperti
Sabtu, 28 Mar 2026 12:09 WIB
Ilustrasi lampu. Foto: Freepik/freepik
Jakarta -

Seiring perkembangan teknologi, banyak peralatan rumah tangga yang semakin canggih dan diklaim lebih hemat energi, salah satunya lampu sensor gerak. Lampu ini cukup banyak digunakan di rumah-rumah modern zaman sekarang.

Cara kerja lampu sensor gerak sebenarnya cukup sederhana. Lampu ini akan menyala secara otomatis apabila mendeteksi adanya pergerakan, baik itu manusia ataupun hewan. Jika tidak ada yang memasuki ruangan, maka lampu akan mati.

Banyak orang yang mengklaim jika penggunaan lampu sensor gerak jauh lebih hemat listrik daripada lampu konvensional yang harus dinyalakan dan dimatikan secara manual lewat sakelar. Apakah benar klaim tersebut? Simak penjelasan dari para ahli berikut ini.

Benarkah Lampu Sensor Gerak Lebih Hemat Listrik?

Lampu sensor gerak banyak dipasang di halaman atau teras rumah, tapi ada juga yang memasangnya di ruangan tertentu. Lampu jenis ini dinilai cocok untuk hunian karena disebut mampu menghemat tagihan listrik.

Hal itu turut dibenarkan oleh teknisi listrik dari Electrical Expert, Tim Hodnicki. Ia menyebut lampu sensor gerak dapat menghemat tagihan listrik karena lampu tidak harus menyala selama seharian.

Namun, lampu sensor gerak akan lebih efektif jika dipasang di area luar rumah, terutama bagian teras yang harus menyala selama semalaman. Terkadang penghuni suka lupa mematikan lampu teras saat pagi, sehingga dibiarkan menyala seharian.

"Jika alternatifnya adalah membiarkan lampu menyala terus, maka lampu dengan sensor gerak benar-benar dapat menghemat uang dan tagihan listrik. Anda mungkin tidak akan melihat perbedaannya dalam jangka pendek, tetapi penghematannya bisa jauh lebih terlihat dalam jangka waktu yang lebih lama," kata Hodnicki dikutip dari The Spruce.

Memang pemasangan lampu sensor gerak dapat menghemat listrik, tapi harus disesuaikan juga dengan kondisi di rumah. Jika sebuah rumah dihuni banyak orang atau terdapat objek yang bergerak seperti kipas angin dan hewan peliharaan, penggunaan lampu jenis ini justru bikin boros listrik.

Sebab, lampu sensor gerak akan menyala jika mendeteksi adanya pergerakan. Kalau terlalu banyak orang yang keluar masuk ruangan dalam waktu berdekatan, maka lampu akan menyala dan mati dengan cepat sehingga lebih boros energi.

"Lampu sensor gerak selalu menggunakan sejumlah energi untuk mengaktifkan sensor gerak. Jadi, meskipun lampu sensor gerak tidak pernah menyala, tapi kemungkinan besar lampu tersebut menyerap daya yang lebih banyak daripada lampu statis yang dioperasikan lewat sakelar," ujar Hodnicki.

Sementara itu, Mark Halberg yang merupakan teknisi listrik dari Prairie Electric menyebut penggunaan lampu sensor gerak harus disesuaikan, sehingga tidak bisa dipasang di seluruh rumah. Ia menyarankan untuk memasang lampu jenis ini di kamar mandi dan teras rumah karena penghuni suka lupa mematikan lampu.

"Pemborosan terbesar yang kami lihat adalah lampu luar ruangan seperti lampu teras yang dibiarkan menyala sepanjang malam, atau juga lampu kamar mandi yang menyala saat rumah kosong," tutur Halberg.

Untuk ruangan seperti kamar tidur, ruang tamu, dan dapur sebenarnya juga bisa dipasangi lampu sensor gerak. Namun, Halberg lebih menyarankan memasang lampu yang dapat mendeteksi ruangan dalam keadaan kosong, sehingga lampu akan mati secara otomatis.

"Untuk kamar tidur, saya lebih suka sensor lampu yang dapat mendeteksi ruangan sudah kosong. Jadi lampu harus dinyalakan secara manual, tetapi lampu akan mati dengan sendirinya jika ruangan sudah kosong," pungkas Halberg.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(ilf/das)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork