Tiga orang pengukir asli Jepara, Jawa Tengah pergi ke Sarajevo untuk merestorasi ornamen kayu di Masjid Istiklal. Ornamen kayu tersebut sudah rusak setelah hampir 25 tahun tidak pernah diperbaiki.
Para pengukir yaitu Sutrisno, Jawawi Firnandes, dan Widodo, berangkat ke Bosnia dan Herzegovina pada 13 Oktober. Pengerjaan restorasinya diperkirakan berlangsung selama lima hari.
Dikutip dari laman MPR RI, restorasi ornamen kayu di Masjid Istiklal Sarajevo, berawal dari kunjungan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat ke Bosnia dan Herzegovina pada Februari 2026. Dalam rangkaian diplomasi untuk memperkuat pengajuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, ia menemukan sejumlah ornamen Masjid Istiklal mengalami kerusakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita yang akrab disapa Rerie ini kemudian menawarkan bantuan restorasi pada masjid tersebut. Akhirnya, pada pertengahan Oktober 2026, tim pengukir asli Jepara berangkat ke sana untuk merestorasi ornamen-ornamen kayu di masjid yang disebut sebagai Istiklal Džamija itu.
"Fakta bahwa ukiran Jepara telah hadir di Sarajevo sejak puluhan tahun lalu menunjukkan bahwa keterampilan tradisional kita memiliki daya jangkau yang jauh lebih luas dari yang sering kita sadari. Ini adalah warisan bangsa yang harus kita rawat bersama," ujar Rerie dalam keterangannya, dikutip Selasa (22/10/2026).
Misi ini menjadi semakin istimewa karena ornamen yang sudah ada di masjid tersebut merupakan karya dari pengukir Jepara juga yang sudah ada di sana selama puluhan tahun. Sayangnya, identitas pengukir yang membuat karya aslinya hingga saat ini belum diketahui.
Dikutip dari Instagram Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sarajevo, @indonesiainsarajevo, pengerjaan restorasi dilakukan pada 14-19 Oktober 2026.
Masjid Istiklal merupakan salah satu masjid terbesar di Sarajevo. Masjid itu dibangun atas sumbangan pemerintah dan rakyat Indonesia, serta diresmikan pada 2001. Interior ukir khas Jepara ini merupakan hadiah dari Preside RI ke-3 yaitu B.J. Habibie
(abr/das)
