Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria memastikan di 12 kota pintar (smart city) yang akan dibangun pemerintah bakal tersedia rumah subsidi. Ia melihat kebanyakan smart city yang ada saat ini tidak memberikan wadah bagi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk tinggal di sana.
"Kita menjadikan rumah murah buat kelas menengah ke bawah. Karena selama ini kota-kota yang dibangun itu semuanya untuk orang menengah ke atas semua kan. Nggak ada konsentrasi membangun kota untuk rakyat lah," kata Dony dalam pertemuan yang digelar pada Senin (12/10/2026).
Nantinya rumah untuk kelas menengah ke bawah ini bisa dibeli dengan sistem KPR subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danantara belum mengumumkan 12 lokasi smart city yang akan dibangun. Namun, bocorannya tidak hanya di Pulau Jawa. Dony menyebut ada 3 lokasi yang lahannya sudah siap, yakni Walini di Padelarang, Batang, hingga Deli Serdang.
Lahan di Walini, Padelarang akan memakai lahan milik PTPN. Dalam lahan tersebut diproyeksi bisa membangun 200.000-250.000 unit rumah untuk kelas menengah ke bawah.
"Jadi dijualnya lebih kayak FLPP nanti untuk yang perumahannya. 200 ribu sampai 250 ribu unit di Padalarang. Termasuk di dalamnya infrastruktur, TOD-nya akan kita pindahkan supaya kotanya jadi hidup," ujarnya.
Ada pun, konsep smart city ini akan terhubung dengan fasilitas umum dan infrastruktur yang memadai, seperti gambaran Transit Oriented Development (TOD). Di kawasan tersebut akan tersedia fasilitas rumah sakit, pendidikan, hingga hunian termasuk untuk masyarakat menengah ke bawah. Lalu, lahan yang dipakai dari aset BUMN.
Danantara telah menyiapkan strategi untuk mendorong pengembangan smart city ini, yakni membuat perusahaan sendiri untuk mengelola aset, termasuk yang dimiliki PTPN.
"Saya mau hari ini sudah bikin PT. Minggu depan sudah inbreng tanahnya. PT-nya sudah punya aset yang dari PTPN ke situ," ujar Dony.
(aqi/das)
