India selalu ada cerita unik soal tradisinya. Salah satunya adalah di sana ada sebuah kota di mana rumah-rumah penduduknya tidak memiliki pintu.
Rumah-rumah di sana layaknya rumah pada umumnya yang ditemukan di Indonesia. Tampilannya memang sederhana, tetapi sudah menggunakan bata bukan dari kayu lagi pada dindingnya. Namun, tidak ada pintu sama sekali pada setiap bangunan yang ada di kota tersebut.
Dilansir dari BBC, fenomena ini ditemukan di Shani Shingnapur sebuah kota kecil dengan sekitar 200 rumah pada 2018 di distrik Ahmednagar, Maharashtra, India. Luas kota ini hanya sekitar 1 km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilihat dari foto-foto yang beredar, setiap rumah memiliki bingkai pintu berbentuk persegi panjang yang tingginya normal, cukup untuk dilewati orang dewasa. Pada bingkai itu tetapi tidak ada pintu yang seharusnya dipasang.
Menurut salah satu penduduk, tetap ada tirai atau semacam kain tipis dipasang pada waktu-waktu tertentu untuk memberikan sedikit privasi. Selain itu, ada kayu lapis untuk dipasang pada bagian bawah untuk mencegah hewan liar masuk.
Pertanyaanya, memangnya nggak takut jika ada pencurian atau ada orang yang nyelonong masuk ke dalam?
Warga yang tinggal di Kota Shani Shingnapur ternyata memiliki kepercayaan yang kuat bahwa mereka akan dilindungi oleh Dewa Shani, junjungan yang paling mereka hormati. Bahkan ada kuilnya di kota tersebut. Banyak peziarah datang untuk mempersembahkan doa mereka kepada dewa Hindu, Dewa Shani.
Kunci dan Gembok Jadi Barang Langka di Kota Ini
Berkat kepercayaan ini bukan hanya rumah-rumah penduduk yang tidak memiliki pintu. Hampir semua fasilitas umum kota, mulai dari hotel, kantor polisi, dan bahkan bank. Bahkan tidak ada satu pun toko di Shani Shingnapur yang menjual gembok dan kunci.
"Selama beberapa generasi, desa kami telah mengikuti tradisi menyamakan para tamu dengan Tuhan. Untuk berbagi makanan dengan para tamu, kita tidak perlu kaya secara finansial, melainkan memiliki kehangatan hati," kata Geetabai Suresh Mahale, salah satu penduduk, dilansir dari BBC, Sabtu (3/10/2026).
Jika ada seseorang berbuat tidak jujur atau mencoba mencuri di desa, menurut pengelola rumah tamu di kuil, Dyaneshwar Kudalkar, orang itu tidak akan bisa lolos dari hukuman Dewa Shani dan mendapatkan balasannya.
"Ketika kita terlindungi hingga tingkat ini, kita tidak perlu khawatir tentang membuat pengaturan eksternal untuk keselamatan. Ada beberapa kasus di mana orang memasang pintu atau kunci di rumah mereka dan mengalami kecelakaan, kerugian bisnis, atau nasib buruk," ujarnya.
Siapa Dewa Shani?
Dewa Shani yang diyakini oleh penduduk kota tersebut adalah sebagai personifikasi planet Saturnus. Menurut kepercayaan mereka, para gembala abad ke-17 menemukan sebuah monolit hitam mengapung di sungai melalui kota Shingnapur. Mereka mengambil batu itu dan menusuknya dengan tongkat. Seketika, darah mulai mengalir keluar darinya. Penduduk desa berkumpul, menyaksikan fenomena tersebut.
Malam itu, seorang gembala bermimpi di mana Dewa Shani mengungkapkan bahwa monolit itu adalah perwujudannya. Ketika gembala itu meminta izin untuk membangun kuil untuk menghormatinya, Dewa Shani menjawab bahwa ia tidak membutuhkan atap di atas kepalanya karena seluruh langit adalah atapnya.
Dewa Shani meminta gembala itu untuk melakukan puja atau ibadah setiap hari dan menjamin bahwa desa itu tidak akan pernah mengalami bahaya pencurian. Oleh karena itu, kota itu diberi nama Shani Shingnapur.
