Penampilan Lobo Jason Momoa Dikritik Penulis DC
Penulis komik legendaris DC, Grant Morrison, secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap akting sang aktor yang dinilainya gagal membawakan karakter bounty hunter antargalaksi tersebut.
Kritik tajam itu disampaikan Morrison saat mengomentari performa film terbaru dari DC Studios yang sempat melempem di box office.
Penulis komik All-Star Superman tersebut bahkan tak segan menyebut akting Momoa sebagai salah satu yang terburuk yang pernah ia lihat di layar lebar.
"Itu adalah salah satu penampilan terburuk yang pernah saya lihat," cetus Morrison saat mengomentari peran Jason Momoa sebagai Lobo (via SlashFilms).
Pemilihan Momoa sebagai Lobo sebelumnya sempat digadang-gadang sebagai keputusan jenius dari Co-CEO DC Studios, James Gunn, mengingat sang aktor memiliki perawakan dan gaya yang dinilai sangat mirip dengan versi komik.
Namun, Morrison menilai kehadiran Lobo dalam alur cerita film Supergirl justru terasa dipaksakan dan tidak memberikan kontribusi berarti pada jalan cerita utama.
Tak hanya mengkritik Momoa, Morrison juga menyoroti kelemahan naskah film tersebut, terutama pada babak kedua yang dinilainya tidak masuk akal secara logika komik DC.
Ia mempertanyakan keputusan karakter utama yang membiarkan konflik berlarut-larut padahal ada solusi yang jauh lebih mudah.
Salah satu alasan mengapa kehadiran Lobo di Supergirl terasa dipaksakan dan kurang berbobot adalah karena dia sebenarnya tidak ada dalam materi sumber komiknya, yaitu Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King dan Bilquis Evely.
Premis dari komik maupun adaptasi filmnya menyajikan perjalanan Supergirl melintasi alam semesta untuk membantu seorang gadis alien muda bernama Ruthye Marye Knoll (Eve Ridley) melacak pembunuh ayahnya, Krem of the Yellow Hills (Matthias Schoenaerts). Cerita ini bergenre space Western yang secara khusus terinspirasi dari True Grit.
Menempelkan karakter Lobo ke dalam cerita yang sudah jadi pada akhirnya membuat kehadirannya terasa tidak diperlukan.
Lobo juga bukanlah satu-satunya kritik dari Grant Morrison terhadap Supergirl. Sebagai konteks, Kara bergabung dengan Ruthye karena Krem meracuni anjingnya, Krypto, dan hanya Krem yang memiliki penawarnya.
"Seluruh plotnya hancur di Babak Ke-2. Yang harus dilakukan Supergirl hanyalah membawa Krypto ke planet bersinar matahari kuning, dan sinar matahari itu akan membuat anjing itu kebal lagi, sehingga bisa menetralkan racun apa pun dengan mudah," pangkas Morrison.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
