SBY Art Community Gelar Pameran Seni, Suarakan Perdamaian Lewat Lukisan

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Pameran Seni SBY Art Community
Foto: Tia Agnes/ detikcom
Jakarta - SBY Art Community menggelar pameran seni yang kedua kalinya tahun ini. Mengusung tema Art for Peace and a Better Future: Collaboration, ada 150 karya seni yang dipamerkan di Galeri Emiria Soenassa dan Oesman Effendi, kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, hingga 30 Agustus 2026.

Momen eksibisi SBY Art Community yang dibentuk oleh Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono punya visi untuk mewujudkan komunitas sebagai wadah untuk menyuarakan perdamaian, inklusivitas, dan pelestarian lingkungan lewat seni khususnya bidang seni lukis.

Ketua Koordinator Pameran SBY Art Community 2026, Letjen (Purn) Ediwan Prabowo mengatakan penyelenggaran eksibisi kali ini bertepatan dengan momen HUT ke-81 RI dan hari jadi kota Jakarta yang ke-499.

"Kita punya semangat Jakarta menuju lima abad, tema yang diambil Art for Peace and Better Future. Pada pameran yang pertama tanpa kolaborasi, sekarang pakai kolaborasi dan kami terbuka untuk publik sampai akhir bulan ini," katanya.

Menurutnya, tema yang dipilih sekarang ini jadi kelanjutan visi yang dicanangkan oleh SBY sebagai penggagas komunitas.

Jumpa pers pameran seni SBY Art CommunityJumpa pers pameran seni SBY Art Community digelar di kompleks Taman Ismail Marzuki pada Selasa (18/8/2026). Foto: Tia Agnes/ detikcom

"Karena Pak SBY melihat keprihatinan situasi global dalam hal perdamaian dan kedamaian, kepedulian soal lingkungan hidup, dan harapan dunia akan lebih baik. Tema ini inspirasi pelukis ada 21 dari SBY Art Community, termasuk lukisan dari Bapak SBY. Ada 5 pelukis cilik berbakat yang diajak untuk pameran," ungkapnya.

Pameran seni ini menampilkan 150 lukisan dari 27 seniman Indonesia termasuk karya Susilo Bambang Yudhoyono, seniman cilik, dan seniman tamu asal Kornfeld Galerie Berlin, Christopher Lehmpful.

"Ini merupakan kolaborasi lintas generasi dengan adanya rentang usia antara 10 tahun sampai 76 tahun. Lintas budaya menjadi sebuah keunikan sendiri dari pameran ini karena adanya sister city collaboration antara Jakarta dan Berlin sekaligus menandai HUT DKI yang ke 499 tahun ini", jelas Marsma (Purn) Akbar Linggaprana, wakil Ketua Pameran SBY Art Community.

Selain itu, seniman yang berpameran di antaranya ada Agung Fitriana, Agus TBR, Akbar Linggaprana, Bambang Sugiarto, Catur Nugroho, Cia Syamsiar, Flavia Giulietta, Guntur Wibowo, I Gede Arya Sucitra, Imam Bawon, Koelo Maryam, La Ode Umar Arsuria, Masdibyo, Naufal Abshar, Ricki Roganda Sitepu, Rizky Romansyah, Susilo Bambang Yudhoyono, Tjokorda Bagus Wiratmaja, Tony Siswoyo, Willy Himawan, Zusfa Roihan.

Serta para seniman cilik yang berpameran di antaranya ada Jaden Anders (Tangerang Selatan), Navya Adiba Zahra (Malang), I Gusti Ayu Mirah Djelantik (Bali), Darka Astatanu Hasmanto (Yogyakarta), Garnetta Joy Pasalli (Bandung).

Salah satu yang menarik adalah lukisan kolaborasi sepanjang 7 meter berjudul Law of the Jungle.

"Setiap seniman punya identitas masing-masing, gimana lukisan 7 meter itu punya satu gagasan yang sama dikerjakan oleh 21 seniman tanpa diketahui mana yang punya siapa. Saat saya wawancara dengan Pak SBY, beliau mengatakan kalau gak akan konsisten untuk dirinya sendiri, bagaimana beliau bisa belajar. Beliau menulis dan melukis setiap hari," tukasnya.

Pameran seni SBY Art Community berlangsung sampai 30 Agustus 2026. Merapat ya, detikers.

(tia/mau)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO