J+Art Awards 2026 Resmi Dibuka, 29 Seniman Terpilih Mejeng Karya

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Kompetisi Seni Tahunan J+Art Awards 2026 dibuka di ARTOTEL Gelora Senayan, Jakarta.
Foto: Connected Art Platform
Jakarta - Connected Art Platform (CAP) resmi membuka kompetisi seni tahunannya yang bernama J+Art Awards. Lebih dari 400 pendaftar mengirimkan proposal karyanya, dan 29 seniman terpilih dari 43 negara berhasil melewati proses seleksi serta bakal memajang karyanya di lima mitra strategis di Indonesia.

Lokasi pameran pertama adalah ARTOTEL Gelora Senayan Jakarta, yang juga menandai awal dimulainya kompetisi. Sebanyak 9 seniman memajang karyanya yang bisa dilihat publik hingga 24 Oktober 2026.

Dhanny Sanjaya dari Connected Art Platform mengatakan J+Art Awards digelar sebagai wadah terbaru bagi seniman muda, yang dimulai sejak tahun 2024.

"Pameran pertamanya bekerja sama dengan salah satu tempat di Salatiga, inisiasi ini datang dari kawan-kawan karena kami merasa perlu ada wadah baru ke seniman muda, agar lebih berkembang lagi," katanya saat jumpa pers di ARTOTEL Gelora Senayan, belum lama ini.

Menurut konsultan seni independen ARTOTEL Group, Windi Salomo, seniman-seniman yang lolos kurasi adalah perupa berbakat.

"Misi kami juga sama, setelah mereka terpilih karya seninya harus ditampilkan ke publik. Ini jadi satu kolaborasi yang sangat baik, kita punya space dan memang fokus ke seniman muda Indonesia," ungkapnya.

Kompetisi Seni Tahunan J+Art Awards 2026 dibuka di ARTOTEL Gelora Senayan, Jakarta.Kompetisi Seni Tahunan J+Art Awards 2026 dibuka di ARTOTEL Gelora Senayan, Jakarta. Foto: Connected Art Platform

Kali ini, pihak CAP memilih tema Mirage yang mengangkat beragam perspektif mengenai identitas, ingatan, pengalaman personal, sampai dinamika sosial lewat pendekatan artistik yang beragam. Para seniman diajak untuk mengeksplorasi batas-batas antara realitas dan ilusi, serta bagaimana persepsi dibentuk oleh budaya, teknologi, ingatan, dan pengalaman manusia.

Melalui rangkaian pameran, kolaborasi lintas disiplin, dan pertukaran kreatif berskala internasional, J+ Art Awards menghadirkan ruang bagi para seniman untuk memperluas jejaring, memperoleh eksposur yang lebih luas, dan berkontribusi dalam perkembangan ekosistem seni kontemporer Indonesia.

Dhanny menimpali tema ini berhubungan dengan realitas dunia yang begitu cepat di masa sekarang. Perubahan di dunia sampai berbagai isu di dunia maya, berubah dengan cepatnya.

"Ketika masuk ada aplikasi 400 submisi, kami jujur cukup kewalahan, menurut kami cukup menarik yang bikin kita melihat perkembangan dunia sekarang," sambungnya.

Sebagai pembuka, sebanyak 10 karya seni dari 10 seniman dipajang di lobi hotel. Mereka adalah Adril Wak Yong, Agung Bule, Camelia Mitasari Hasibuan, Minji Sani, Mivetboi, Mochamad Rizky Aditya, Patricia Geraldine Thebez, Raka Hadi Permadi, dan Yung Finando.

Melalui medium dan pendekatan artistik yang beragam, kesembilan seniman tersebut menghadirkan refleksi atas berbagai realitas kehidupan kontemporer yang mengajak pengunjung untuk melihat, mempertanyakan, dan memaknai kembali pengalaman manusia dari sudut pandang yang berbeda.

(tia/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO