Hari Anak Nasional Dirayakan Lewat Drama Musikal Inklusif Meraih Mimpi
Bagi Kemilau Emas Anak Indonesia, panggung bukan hanya tempat tampil. Lewat Meraih Mimpi, anak-anak diajak membangun karakter, belajar bekerja sama, sekaligus mengenal nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika sejak dini.
Semangat inklusivitas juga menjadi salah satu sorotan acara. Sebanyak lima panti asuhan dan satu panti disabilitas yang mewakili lima agama berbeda turut hadir bersama para sponsor, tamu undangan, orang tua, serta masyarakat sekitar untuk merayakan Hari Anak Nasional.
Drama musikal ini mengangkat kisah perjuangan anak-anak desa dalam mengejar pendidikan, menghadapi bencana, hingga tetap berjuang meraih cita-cita. Cerita tersebut diperankan Jovanka Pakpahan, Faustina Maureen Elena, Ricardo Alfaro Raditya, Ratu Zahra Septriasa, Joel Carvin, Muhammad Rizata Alvaro, Kim Arista, dan Jhon Brendy. Pertunjukan dipimpin Muhammad Malik Sandofa, dengan naskah karya Febri Aming dan disutradarai Udin Bhakti.
Cerita semakin hidup lewat lagu-lagu orisinal ciptaan Wawa Lukman yang diaransemen Roedyanto Wasito. Beberapa di antaranya Sekolah, Mimpiku, Bersama Kita Bisa, Harapanku, Semangat Belajar, Anak Indonesia, Anak Negeri, hingga Lestarikan Alam Indonesia yang membawa pesan tentang pendidikan, kepedulian, perjuangan, dan pentingnya menjaga lingkungan.
Selain drama musikal, acara juga dimeriahkan penampilan Anabelle Wiana, Charlotte Olivia Theodorus, Daniel Abraham, GIGI Art Dance, KBL Performing Arts, Blossom Academy Anwa, dongeng inspiratif bersama Kak Awam, serta talkshow bersama Wawa Lukman mengenai pentingnya membangun karakter anak melalui seni dan kreativitas.
"Melalui penyelenggaraan acara ini, Kemilau Emas Anak Indonesia ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan bermimpi, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun kondisi fisik," ujar Wawa Lukman.
Menurut Wawa, setiap anak membutuhkan kesempatan dan dukungan agar bisa mengembangkan minat serta bakatnya.
"Anak akan berkembang karena ada kemauan dan fasilitas dalam menyalurkan minat dan bakatnya. Karena setiap anak berharga di mata Tuhan," tutupnya.
