6 Cara Steven Spielberg Ubah Hollywood Selamanya

Asep Syaifullah
|
detikPop
Steven Spielberg di lokasi syuting Ready Player One.
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Sangat sedikit sutradara yang memiliki pengaruh begitu luas dan mendalam terhadap industri perfilman global seperti Steven Spielberg.

Berawal dari membuat film amatir saat remaja hingga memproduksi lebih dari 30 film layar lebar, Spielberg telah menjadi arsitek utama dibalik wajah bioskop modern.

Lewat deretan karya legendarisnya-seperti Jaws, E.T., Indiana Jones, hingga Jurassic Park-Spielberg tak hanya mencetak rekor box office, tetapi juga mengubah cara industri film berproduksi, memasarkan karya, hingga menetapkan standar hiburan.

Berikut adalah 6 kontribusi terbesar Steven Spielberg yang merombak industri film untuk selamanya:

1. Menciptakan Konsep Summer Blockbuster lewat Jaws

Sebelum 1975, musim panas bukanlah waktu utama bagi studio Hollywood untuk merilis film-film besar. Semuanya berubah ketika Spielberg merilis Jaws. Dengan kampanye promosi besar-besaran dan promosi lintas media (cross-marketing), Jaws berhasil meraup ratusan juta dolar dan menjadi film summer blockbuster pertama di dunia.

Kini, strategi merilis film-film pendapatan tertinggi di musim panas menyumbang sekitar 40% dari total pendapatan bioskop tahunan di Amerika Serikat. Pemasaran bergaya guerrilla dan fokus pada intellectual property (IP) yang kini dipraktikkan Hollywood berakar langsung dari kesuksesan Jaws.

2. Menjadi Pelopor CGI Modern

Saat menggarap Jurassic Park (1993), Spielberg awalnya menggunakan efek stop-motion dan robotik (animatronics). Namun, ia memutuskan untuk mendorong batas teknologi dengan menggandeng tim Industrial Light & Magic (ILM) untuk menghadirkan dinosaurus berbasis Computer-Generated Imagery (CGI).

Cuplikan adegan dalam film Jurassic Park (1993).Cuplikan adegan dalam film Jurassic Park (1993). Foto: Dok. Ist

Meskipun dinosaurus CGI murni dalam film tersebut hanya berdurasi sekitar enam menit, dampaknya memicu revolusi efek visual digital. Jurassic Park menjadi cetak biru bagi penggunaan teknologi CGI fotorealistis yang kini menjadi standar utama film-film modern.

3. Menginspirasi Lahirnya Rating PG-13

Di masa lalu, sistem pemeringkatan film MPAA hanya mengenal kategori seperti G, PG, R, dan X. Namun pada musim panas 1984, dua film yang diproduseri/disutradarai Spielberg-Gremlins dan Indiana Jones and the Temple of Doom-memicu perdebatan.

Kedua film tersebut dinilai terlalu kelam untuk rating PG, tetapi dianggap tidak sampai membutuhkan rating R yang membatasi penonton remaja.

Spielberg kemudian menghubungi Presiden MPAA saat itu, Jack Valenti, dan menyarankan adanya kategori perantara antara PG dan R. Usulan ini diterima, dan rating PG-13 resmi dilahirkan untuk menjangkau penonton remaja tanpa batasan usia yang ketat.

4. Mempopulerkan Horor Berbasis Ketegangan (Suspense-Based Horror)

Dalam film Jaws, penonton tidak diperlihatkan wujud utuh hiu raksasa hingga film berjalan lebih dari satu jam. Keputusan ini-yang awalnya dipicu oleh masalah teknis pada hiu mekanis-justru menjadi teknik penyutradaraan yang jenius.

Spielberg membuktikan bahwa rasa takut terbesar sering kali muncul dari imajinasi penonton sendiri. Pendekatan slow-burn horror dan membangun ketegangan (suspense) tanpa langsung memperlihatkan sosok monster/pembunuh ini kemudian menginspirasi banyak film horor legendaris setelahnya, mulai dari Halloween (1978) hingga judul-judul horor modern.

5. Memajukan Industri Animasi Lewat DreamWorks

Meski lebih dikenal lewat film live-action, Spielberg memiliki kecintaan mendalam pada dunia animasi. Pada tahun 1994, ia mendirikan DreamWorks SKG bersama David Geffen dan Jeffrey Katzenberg.

Lewat DreamWorks, Spielberg mendobrak dominasi Disney dalam industri animasi.

ShrekShrek Foto: Shrek (dok. Netflix)

Proyek-proyek awal seperti Antz dan The Prince of Egypt, serta keberhasilan fenomenal waralaba Shrek, membuktikan bahwa film animasi juga bisa mengusung humor satire yang dinikmati oleh penonton dewasa sekaligus anak-anak.

6. Menjadikan Film sebagai Tontonan Spektakuler (Cinema of Spectacle)

Spielberg menggeser fokus sinema komersial dari sekadar drama naratif menjadi tontonan spektakuler yang penuh keajaiban visual. Ia secara konsisten membenturkan konsep-konsep imajinatif-seperti dinosaurus hidup, pesawat alien, atau hiu raksasa-dengan kehidupan masyarakat biasa.

Pendekatan "see it to believe it" ini mendorong para pembuat film untuk terus melampaui batas keajaiban teknologi di layar lebar.

Film-film tentpole berbiaya besar yang mendominasi bioskop saat ini merupakan dampak langsung dari warisan sinematik yang dibangun oleh Steven Spielberg.

(ass/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO