K-Movie
8 Film Korea Ini Dapat Standing Ovation di Festival Film
Industri film Korea Selatan udah lama jadi kekuatan besar di kancah festival film internasional. Dari tahun ke tahun ada aja gebrakan yang mereka buat, dari Cannes ke Venesia.
Karya sineas Korea Selatan gak jarang bikin penonton berdiri dari kursi mereka, bertepuk tangan bermenit-menit sebagai tanda kagum dan apresiasi. Aksi yang biasa kita kenal dengan standing ovation ini sering jadi tolok ukur apresiasi terbesar buat sebuah film di festival.
Sepanjang sejarah perfilman Korea Selatan, ada 8 judul yang paling berkesan di hati penonton festival film. Berikut di antaranya:
1. Thirst (2009) - Cannes, 8 menit++
Sebelum dikenal lewat Parasite, sineas Korea sudah mencuri perhatian Cannes lewat Thirst, film vampir garapan Park Chan Wook. Film ini pulang membawa Jury Prize dan sempat memegang rekor standing ovation terpanjang untuk film Korea di Cannes selama bertahun-tahun, sebelum akhirnya dipecahkan oleh Broker pada 2022.
2. The Handmaiden (2016) - Cannes, 5 menit
Park Chan Wook kembali ke Cannes tujuh tahun kemudian lewat drama periodik penuh intrik ini. Meski akhirnya pulang dengan tangan kosong dari perebutan Palme d'Or, The Handmaiden tetap mendapat standing ovation lima menit dari penonton di Grand ThéÒtre Lumière.
3. Parasite (2019) - Cannes, 8 menit
Inilah film Korea yang paling mendunia lewat momen standing ovation. Usai pemutaran perdana Parasite, penonton bertepuk tangan berdiri selama delapan menit. Saking lamanya sampai sutradara Bong Joon Ho akhirnya meminta semua orang berhenti dan pulang, karena dia dan para pemain belum sempat makan malam dan sudah kelaparan.
Parasite kemudian memenangkan Palme d'Or, lalu mencatat sejarah sebagai film berbahasa asing pertama yang meraih Oscar Best Picture.
4. Decision to Leave (2022) - Cannes, 5 menit
Park Chan Wook kembali lagi ke Cannes dengan thriller detektif yang oleh banyak media disebut-sebut sebagai versi Korea dari Basic Instinct. Meski durasi standing ovation-nya sama seperti The Handmaiden, suasana usai pemutaran dilaporkan lebih tenang dibanding penampilan sebelumnya. Meski begitu, film ini tetap mengantar Park Chan Wook membawa pulang piala Best Director.
5. Broker (2022) - Cannes, 12 menit
Tayang hanya beberapa hari setelah Decision to Leave, drama tentang pengadopsian ilegal ini justru mencatat rekor baru: standing ovation 12 menit, yang sampai sekarang jadi yang terpanjang yang pernah diterima film berbahasa Korea di Cannes.
Uniknya, sutradaranya bukan orang Korea, melainkan sineas Jepang peraih Palme d'Or, Hirokazu Kore-eda. Namun karena film ini berbahasa Korea dan dibintangi jajaran aktor Korea seperti IU, Song Kang Ho, Gang Dong Won, dan Bae Doo Na, film ini tetap disebut sebagai bagian dari sinema Korea.
6. No Other Choice (2025) - Venice, 8,5 menit
Setelah empat kali wara-wiri di Cannes, Park Chan Wook akhirnya mencoba peruntungan di Festival Film Venesia lewat komedi gelap yang diadaptasi dari novel The Ax karya Donald Westlake.
Dibintangi Lee Byung Hun, film ini disambut ovasi 8,5 menit. Ini jadi bukti bahwa pesona film Korea di festival internasional nggak cuma berlaku di Cannes saja.
7. Colony (2026) - Cannes, sekitar 5-7 menit
Yeon Sang Ho, sutradara di balik Train to Busan, kembali membawa genre zombie khas Korea ke Cannes lewat Colony. Kisahnya tentang sekelompok orang yang terjebak dalam sebuah gedung pencakar langit di Seoul akibat wabah virus mematikan.
Ditayangkan di kategori Midnight Screenings dengan koreografi zombie yang jadi ciri khasnya, film ini dibintangi Jun Ji Hyun dan Ji Chang Wook, dan mendapat standing ovation yang oleh berbagai media dilaporkan berkisar antara 5 sampai 7 menit.
8. Hope (2026) - Cannes, sekitar 6-7 menit
Menutup daftar ini adalah film paling anyar: Hope garapan Na Hong Jin, sutradara The Wailing. Epik fiksi ilmiah tentang invasi alien di sebuah kota kecil Korea ini tayang perdana dengan durasi hampir 2 jam 40 menit, namun tetap berhasil membuat penonton Cannes berdiri dan bertepuk tangan selama 6 sampai 7 menit (jumlah persisnya bervariasi tergantung laporan media).
Film ini dibintangi jajaran bintang Korea seperti Hwang Jung Min, Zo In Sung, dan Hoyeon, berdampingan dengan nama-nama Hollywood seperti Michael Fassbender dan Alicia Vikander.
