Momen Musikal Senja Teduh Pelita Ini Bikin Maliq & D'Essentials Nangis
Selama 2,5 jam durasi pementasan, Angga Cs turut nonton musikal di bangku penonton untuk pertama kalinya bersama anggota keluarga. Semua personel ngaku terharu nonton perpanjangan medium dari lagu-lagu yang dibuat lebih dari dua dekade tersebut
Widi Puradiredja sebagai drummer yang menciptakan hampir 80% dari lagu-lagu Maliq & D'Essentials dari mulai nonton sudah terharu dan menangis.
"Kita excited banget karena ada banyak lagu yang bukan hits-nya. Side B dari sisi Maliq dan memang belum tahu komunikasi yang paling pas dan disampaikan dengan cara apa, ada lagu Senandung Senandika dan Sayap," katanya usai preview di Graha Bhakti Budaya, Jumat (3/7).
Maliq & D'Essentials menghadiri preview Musikal Senja Teduh Pelita di Graha Bhakti Budaya, Jumat (3/7/2026). Foto: dok. Indonesia Kaya |
Menurut Widi, dari awal nonton dia sudah pecah dan kepengin nangis. "Apalagi (lagu) Sayap ya, punya sisi personal dari sisi Maliq, perjuangan. Dan diceritakan dengan visual dan narasi yang pas. Saya pribadi sangat tersentuh," ungkapnya.
Vokalis Maliq, Angga Puradiredja juga mengatakan hal yang sama. Di usia band-nya yang menginjak angka 24 tahun bisa berkolaborasi dengan Jakarta Movin jadi satu rezeki yang gak pernah disangka-sangka.
"Ini adalah mahakarya bagi Maliq, karena di umur 24 dapat energi yang sangat besar untuk berkarya baru lagi," katanya.
"Kita memang pengin karya kita gak berhenti sampai di situ saja, ini salah satu bentuk apresiasi. Sengaja membuat karya kita supaya lebih panjang dan senang bisa kolaborasi dengan Jakarta Movin agar lebih baik lagi, dengan adanya musikal Senja Teduh Pelita," timpal Indah.
Musikal Senja Teduh Pelita masih dapat disaksikan hingga 12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
(tia/aay)

