SHOW Token Meluncur di Indonesia, Era Baru Industri Film Nasional

Desi Puspasari
|
detikPop
Show Token diluncurkan di Indonesia.
Peluncuran SHOW Token mendorong perkembangan perfilman Indonesia. Foto: dok. Istimewa Peluncuran SHOW Token
Jakarta - Industri film Indonesia menarik perhatian para pengembang teknologi digital. Perfilman Indonesia dianggap memiliki potensi untuk dikembangkan seperti yang dilihat oleh SHOW Token.

SHOW diluncurkan secara resmi di Indonesia. SHOW Token sebagai pelopor ekosistem berbasis blockchain dan kecerdasna buatan (AI), menargetkan pendanaan lebih dari 30 judul film untuk 2026.

CEO SHOW Token, Akshay Melwani, mengatakan kebutuhan pembiayaan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi industri film Indonesia.

"Indonesia memiliki kekayaan narasi yang luar biasa, namun sering kali langkah kita terhenti di pasar domestik karena keterbatasan infrastruktur global. Di SHOW, kami tidak menunggu pintu global terbuka untuk kami; kami membangun ekosistem digital baru dimana karya anak bangsa dapat langsung diakses, dimiliki, dan diapresiasi oleh dunia tanpa perantara," kata Akshay Melwani di Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Mengusung Bridging Crypto and Entertainment: Invest Beyond the Screen, SHOW membidik pasar demografi anak muda yang aktif
secara digital. Mereka memangkas tingginya hambatan modal tradisional atau high capital barriers yang dihadapi para kreator lokal, sekaligus merevolusi masa depan industri perfilman dan hiburan nasional.

Kehadiran SHOW dirancang menjadi bahan bakar utama yang menggerakkan interaksi, transaksi, serta inovasi di dalam empat pilar ekosistemnya, yaitu SHOW Movie (watch & earn), SHOW AI & Marketplace (ruang produksi konten kreatif berbasis kecerdasan buatan), dan SHOW KIDS (IP animasi orisinal yang mengangkat nilai budaya lokal).

Pada Juni 2026, SHOW Token resmi debut sebagai Executive Producer berkolaborasi dengan MVP Pictures lewat film horor Cerita Lila yang sukses menggaet 600 ribu penonton di pekan pertama penayangannya.

Mereka juga sudah mempersiapkan Sihir Tanah Kubur pada bulan Juli mendatang. Ini akan diteruskan melalui target pendanaan produksi untuk lebih dari 30 judul film bergenre horor dan drama sepanjang tahun ini.

Proyek ambisius ini dijalankan melalui kolaborasi dengan sejumlah rumah produksi papan atas seperti MVP Pictures, dan A&Z Production. SHOW Token juga kolaborasi dengan studio lokal dan global lainnya untuk mendukung deretan film unggulan, seperti Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Taboo,Siti Vampire, dan Sebelum Tiga Puluh.

Melalui kolaborasi ini para pemegang token (project backers) akan menikmati utilitas riil di dunia nyata, mulai dari Decentralized Executive Producing (hak mendukung pendanaan film), hingga Exclusive Behind-the-Scenes Access (akses eksklusif di balik layar).

Selain itu, deretan keuntungan eksklusif tambahan juga disiapkan, meliputi akses penuh (all-access) ke Gala Premiere, tiket gratis (free tickets), kesempatan meraih Exclusive Reward berbasis kekayaan intelektual (IP), hingga pemberian reward berupa keuntungan revenue token yang bisa didapatkan setelah kurun waktu dua bulan.

Joshua Khubani selaku COO SHOW menambahkan, "Target investasi USD 100 juta kami di Asia Tenggara bukan sekadar tentang angka pertumbuhan, melainkan tentang membangun arsitektur baru bagi ekonomi kreatif digital," tuturnya.

"Kami memandang Indonesia bukan sebagai pasar konsumtif, melainkan sebagai episentrum talenta yang selama ini kekurangan likuiditas dan sistem distribusi yang efisien. Kami hadir untuk menyelesaikan inefisiensi itu," sambung Joshua.

Adanya SHOW Token diharapkan bisa menjadi ruang kolaborasi, antara pemerintah, asosiasi film, dan komunitas teknologi untuk bersama-sama mengawal pemanfaatan Blockchain dan AI. Perkembangan teknologi ini diharapkan bisa menciptakan masa depan sinema Indonesia yang sehat dan lebih baik bagi para penulis, sutradara, hingga animator, sekaligus membawa kreativitas nusantara bersinar di kancah internasional.

(pus/dar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO