Akhirnya! Jared Leto Nemu 'Rumah' di Franchise yang Tepat
Aktor pemenang Piala Oscar sekaligus vokalis band Thirty Seconds to Mars ini dinilai sukses memerankan karakter Skeletor dalam film terbaru Masters of the Universe besutan sutradara Travis Knight.
Selama ini, Leto dikenal sebagai aktor yang berani mengambil risiko besar dalam berakting. Namun, rekam jejaknya di film-film berskala besar sering kali berujung pahit.
Banyak proyek besar yang ia bintangi gagal secara finansial di box office dan tidak jarang performa akting Leto yang kontroversial menjadi salah satu pemicunya.
Kehadiran Masters of the Universe pun menjadi angin segar bagi perjalanan karier Leto setelah hampir 10 tahun dipenuhi kegagalan.
Terlepas dari bagaimana performa finansial film ini nantinya, peran Leto sebagai musuh bebuyutan He-Man tersebut dianggap sebagai sebuah pencapaian besar, terutama jika dibandingkan dengan karakter-karakter waralaba yang ia mainkan sebelumnya.
Pemberhentian pertama Leto di ranah film blockbuster modern dimulai lewat peran Joker dalam film Suicide Squad (2016) arahan David Ayer. Menjadi bagian dari semesta DC (DCEU) bentukan Zack Snyder, penampilan Leto sebagai Clown Prince of Crime menjadi salah satu performa paling kontroversial dalam sejarah film pahlawan super.
Sebagian penonton menghargai upayanya membawa dinamika hubungan Joker dan Harley Quinn (Margot Robbie) ke layar lebar untuk pertama kalinya. Namun, tidak sedikit yang mengkritik estetika Joker versi Leto yang dipenuhi tato, gigi palsu besi, dan rambut klimis, mrmbuatnya diejek.
Kontroversi tersebut diperparah oleh cerita di balik layar mengenai metode akting ekstrem Leto yang dinilai aneh. Di sisi lain, para penggemar yang menyukai aktingnya juga dibuat kecewa karena porsi kemunculan Joker di hasil akhir film ternyata sangat sedikit jika dibandingkan dengan promosi besar-besaran di trailernya.
Kini, lewat karakter Skeletor, Jared Leto seolah membuktikan bahwa dengan arahan sutradara dan karakterisasi yang tepat, ia mampu menaklukkan peran ikonik dalam sebuah waralaba besar tanpa harus mengulangi kontroversi masa lalunya.
(ass/aay)











































