Martin Scorsese Gabung ke Perusahaan AI: Demi Efisiensi Syuting
Sutradara di balik film Taxi Driver dan Killers of the Flower Moon ini resmi bergabung dengan Black Forest Labs, sebuah perusahaan rintisan AI terkemuka, sebagai penasihat strategis.
Kolaborasi ini dilakukan dalam upaya untuk "mendorong batas kreativitas guna menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dan kaya bagi penonton."
Bagi Scorsese, merangkul teknologi baru bukanlah hal asing dalam perjalanan kariernya. Dalam pernyataan resmi di situs Black Forest Labs, sutradara berusia 83 tahun ini menekankan bahwa dunia sinema harus selalu adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Sinema adalah medium yang masih muda, usianya baru sekitar 125 tahun, jadi kita harus terbuka terhadap bagaimana medium ini bisa berevolusi," ujar Scorsese.
"Saya pernah menggunakan teknologi 3D dalam film Hugo dan teknologi penuaan digital untuk The Irishman. Sekarang, dengan alat (AI) ini, saya bisa membagikan apa yang saya visualisasikan secara lebih jelas dan efisien kepada tim kreatif saya, mulai dari perancang produksi, desainer seni, hingga sinematografer, agar mereka bisa mengembangkannya untuk memperkaya kecerdasan sinematik."
Dalam sebuah video pengumuman yang direkam di kantornya di New York City, Scorsese mendemonstrasikan langsung penggunaan model AI generatif milik perusahaan tersebut yang bernama FLUX.
Ia memanfaatkan teknologi tersebut untuk membantu proses pembuatan storyboard. Scorsese bahkan mencontohkan bagaimana alat ini bisa sangat membantu jika ia gunakan dulu saat merancang adegan ikonik Steadicam shot dalam film kriminalnya yang terkenal, Goodfellas (1990).
Adegan legendaris tersebut memperlihatkan kamera yang mengikuti karakter mafia Henry Hill (diperankan Ray Liotta) tanpa putus saat berjalan menyusuri seluk-beluk kelab malam Copacabana.
Scorsese mencatat bahwa setiap skenario kecil dalam adegan panjang tersebut harus diatur secara sangat rumit.
"Jika Anda memiliki alat seperti ini, Anda bisa memecahkan dan merancang adegan tersebut jauh lebih cepat. Anda bisa menghemat waktu produksi, dan yang paling penting, mengurangi kelelahan fisik pada kru film," jelas Scorsese dalam video tersebut.
Black Forest Labs sendiri merupakan firma AI yang berbasis di Freiburg, Jerman, dan didirikan pada 2024. CEO Black Forest Labs, Robin Rombach, mengungkapkan kepada New York Times bahwa kemitraan dengan sutradara sekaliber Scorsese adalah "bukti nyata bahwa teknologi ini benar-benar berfungsi dan dibutuhkan."
Kemitraan strategis ini ternyata tidak terjadi begitu saja. Juru bicara Scorsese mengungkapkan bahwa sang sutradara awalnya diperkenalkan dengan firma tersebut melalui perusahaan investasi BroadLight Capital (salah satu investor Black Forest Labs), yang didirikan oleh Rick Yorn, manajer pribadi Scorsese sendiri.
Menurut laporan The Times, mantan pendiri agensi artis raksasa CAA, Michael Ovitz, yang juga berinvestasi di firma AI tersebut, ikut turun tangan dalam menyukseskan kesepakatan kerja sama besar ini.
(ass/aay)











































