Round-Up

Seiyu Berulah Lagi, Ditangkap Polisi Jepang karena Dugaan Asusila

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Ilustrasi Pelecehan dan Penelantaran Anak
Foto: iStock
Jakarta - Kasus tindakan asusila yang dilakukan oleh pengisi suara asal Jepang atau akrab dikenal dengan sebutan seiyu kembali menjadi sorotan. Seorang seiyu pendatang baru benama Kazuki Atsumi ditangkap oleh Kepolisian Metropolitan Tokyo atas dugaan kasus pelecehan seksual pada gadis berusia 15 tahun.

Surat kabar lokal, ABEMA TIMES, juga menulis Kepolisian Metropolitan Tokyo menangkap Atsumi karena kasus yang terjadi di Prefektur Ikebukuro. Dia diduga melakukan pelecehan pada perempuan berusia 15 tahun.

Dalam dokumen kepolisian, disebutkan sang seiyu bertemu korbannya dua tahun yang lalu saat bekerja menjadi staf fasilitator di panti asuhan. Korban disebutnya tinggal di panti asuhan.

Polisi juga menyebutkan pelaku mengakui perbuatannya dan melakukan kekerasan seksual sampai puluhan kali.

Akibat kasus tersebut, agensi bakat Mausu Promotion yang menaunginya umumin telah mengakhiri kontrak. Mereka bilang, Kazuki Atsumi telah melakukan pelanggaran kontrak serius.

Di industri seiyu Jepang, namanya terbilang baru. Dilihat dari situs IMDb, ia baru berperan dalam dua serial anime. Pada 2022, pria berusia 31 tahun itu main dalam serial anime My Dress-Up Darling dan Tojima Wants to be a Kamen Rider pada 2025.

Kasus asusila yang terjadi di industri anime bukan pertama kalinya. Pada 2024, seiyu legendaris yang juga pengisi suara Sabo dalam serial One Piece dan Amuro Ray di Detective Conan mengakui perselingkuhan dengan penggemar yang disertai tindakan kekerasan fisik dan pemaksaan aborsi.

Akibat skandal tersebut, Toru Furuya mengundurkan diri dari perannya di kedua waralaba anime populer tersebut.

Dari ranah komikus juga pernah melakukan tindakan serupa. Komikus serial manga act-age, Tatsuya Matsuki ditahan oleh Kepolisian Jepang karena kasus tindakan pelecehan terhadap dua gadis usia SMP (sekitar 12-15 tahun).

Dilansir dari NHK, kasusnya sendiri dilaporkan terjadi pada 8 Juni 2020 di kawasan Nakano, Tokyo. Sambil bersepeda, Matsuki disebut menyentuh seorang gadis usia SMP yang sedang berjalan kaki dan kemudian kabur dari lokasi kejadian. Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian setempat untuk diselidiki melalui rekaman kamera CCTV.

Kasus menggemparkan lainnya adalah kreator manga Rurouni Kenshin (Samurai X), Nobuhiro Watsuki ditangkap dan didakwa atas kepemilikan pornografi anak pada November 2017 setelah polisi menemukan sekitar 100 DVD berisi materi terlarang di studio dan rumahnya.

Akibat tindakan tersebut, serialisasi manga Rurouni Kenshin: Hokkaido Arc sempat dihentikan (hiatus). Tapi penerbit Shueisha mengizinkannya kembali berkarya dan manga tersebut kembali terbit pada Juni 2018.


(tia/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO