Kenapa Kita Butuh Adegan Receh dalam Film?

Dicky Ardian
|
detikPop
Cuplikan adegan dalam film Regretting You (2025).
Ilustrasi (Foto: Dok. Ist)
Jakarta - Pernah gak sih kamu nonton film lalu tiba-tiba merasa malu sendiri melihat adegannya?

Pernah nonton adegan karakter utama tersandung, jatuh, terus semua buku di kampus berhamburan tepat di depan cowok populer yang nanti jadi pasangannya?

Atau tokoh cewek yang tiba-tiba bilang, "Aku gak kayak cewek lain," cuma buat nunjukin kalau dirinya lebih spesial?

Adegan receh, cheesy, dan cringe seperti ini sebenarnya sudah lama jadi bagian dari dunia perfilman. Bentuknya pun macam-macam. Ada yang datang dari plot yang terlalu tidak masuk akal, ada juga yang muncul lewat dialog sok unik yang malah bikin penonton mengernyit.

Seperti Netflix merilis film My Oxford Year yang menghadirkan karakter Ana De La Vega, mahasiswi kutu buku yang digambarkan sangat terobsesi dengan sastra klasik.

Dalam salah satu adegan, Ana berkata: "Aku punya fetish dengan perpustakaan. Aku suka dikelilingi oleh buku. Bagiku bau buku tua adalah yang terbaik. Saat umurku sepuluh tahun aku membaca seluruh novel Phillip Pullman."

Alih-alih terlihat natural, dialog tersebut justru dianggap terlalu dibuat-buat. Banyak penonton merasa karakter Ana seperti dipaksa terlihat beda dari perempuan lain lewat cara yang terlalu pretensius.

Meski sering dikritik, adegan cringe ternyata tidak pernah benar-benar hilang dari film maupun serial. Dan kemungkinan besar, kita masih akan terus melihatnya sampai bertahun-tahun ke depan.

Menariknya, rasa malu saat menonton adegan cringe ternyata bisa muncul karena empati. Patrick Lenton dalam artikelnya di ABC menjelaskan cringe terjadi saat seseorang tanpa sadar membayangkan dirinya berada di posisi karakter tersebut.

"Rasa malu akan sesuatu di luar diri pada dasarnya adalah bentuk dari empati. Rasanya seperti kita menempatkan diri sendiri di posisi orang lain, lantas merasa malu untuk mereka," tulis Patrick Lenton.

Semakin dewasa seseorang, biasanya rasa cringe juga makin kuat. Isi kepala yang lebih kompleks membuat orang dewasa lebih sulit memisahkan logika dunia nyata dengan adegan film.

Makanya, dialog atau tindakan absurd yang dulu terasa normal saat remaja, sekarang malah bikin pengen skip adegan.

Tapi gengs, di balik rasa malu itu ternyata ada alasan psikologis lain yang cukup menarik. Psikiater Steve Ellen menyebut humor cringe sebenarnya berkaitan dengan kebiasaan manusia yang terus membandingkan diri dengan standar sosial.

"Manusia (punya kecenderungan) untuk minder dengan kelakuan sendiri, ini membuat setiap orang terus-menerus mengevaluasi diri berdasarkan standar orang lain."

Secara tidak sadar, penonton jadi mengasosiasikan diri mereka dengan adegan yang ditonton. Adegan cringe akhirnya terasa dekat karena hampir semua orang pernah mengalami momen canggung dalam hidup.

Tidak cuma itu, adegan cringe juga dianggap sebagai bentuk simulasi sosial. Penonton bisa belajar memahami situasi sosial aneh tanpa benar-benar mengalaminya langsung di dunia nyata.

Jadi meski bikin geleng kepala, adegan receh dan cringe mungkin memang akan terus bertahan di dunia film. Karena di balik rasa malu itu, manusia diam-diam sedang belajar memahami dirinya sendiri.


(dar/mau)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO