Festival Storytelling Suara Nusantara Hidupkan Lagi Legenda Banten
Festival yang diikuti lebih dari 500 peserta jadi panggung bagi pendongeng muda buat menginterpretasikan kembali kisah klasik Banten dengan pendekatan yang segar dan kreatif. Dari ratusan pendaftar, terpilih semifinalis yang diuji kemampuannya secara langsung pada 16 Mei.
Ketua Panitia Pelaksana, Cahaya Manthovani mengatakan antusiasme peserta tahun ini melampaui ekspektasi bahkan jauh sebelum masa penyisihan lewat video di Instagram.
"Kami melihat kualitas penceritaan yang sangat luar biasa. Peserta tidak hanya menghafal naskah, tetapi juga menyiapkan kostum dan properti yang sangat detail. Ini membuktikan bahwa cerita rakyat tetap relevan jika diberikan ruang ekspresi yang tepat," ungkap Cahaya yang juga menjabat sebagai Managing Director Navaswara dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (20/5).
Kompetisi diseleksi oleh Yuli Pratiwi, Yunita Andra Sukmastuti, Putri Dewi, dan Suci Yoskarina yang mewakili Ayo Dongeng Indonesia. Selain itu, hadir pula Ratna Puspa Indah selaku Ketua Read Aloud Serang dan Raudloh Rida sebagai Duta Bahasa Provinsi Banten yang memberikan sudut pandang berbeda.
Acara puncak pun dihadiri oleh Gubernur Banten, Andra Soni, yang mengapresiasi inisiatif tersebut.
"Melalui Festival Suara Nusantara ini, kita tidak hanya mendengarkan cerita masa lalu, tetapi sedang menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada calon pemimpin masa depan," katanya.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, selain penganugerahan bagi para pemenang, diberikan pula apresiasi khusus bagi tokoh literasi Banten yang telah konsisten menggerakkan budaya tutur di masyarakat.
Festival ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi lahirnya panggung-panggung literasi serupa di masa depan, mengingat kesuksesan edisi kedua ini menjadi bukti bahwa cerita rakyat lokal tetap memiliki daya tarik tinggi jika diberikan ruang ekspresi yang representatif.
(tia/tia)











































