Akhir Tragis Homelander di Ending The Boys
Bagi para penggemar serial satir pahlawan super The Boys, momen yang paling dinantikan akhirnya tiba di episode pamungkas Season 5 (Blood and Bone).
Setelah lima musim meneror dunia dengan kekejaman dan kompleksitas mentalnya, pemimpin Vought, Homelander (diperankan dengan luar biasa oleh Antony Starr), akhirnya menemui ajalnya.
Kematian tragis sekaligus memuaskan ini dinilai sangat sepadan dengan penantian panjang penonton sejak serial ini pertama kali mengudara pada 2019.
Sepanjang Season 5, narasi The Boys secara konsisten mengupas habis sisi rapuh Homelander hingga ia kehilangan aura ancamannya dan tampak sangat menyedihkan.
Puncaknya terjadi di Ruang Oval, saat pertarungan final yang mempertemukannya dengan musuh bebuyutannya, Billy Butcher (Karl Urban).
The Boys Foto: Dok. Ist |
Strategi tim The Boys-yang beranggotakan Hughie Campbell (Jack Quaid), MM (Laz Alonso), Frenchie (Tomer Capone), dan Starlight (Erin Moriarty)-berhasil ketika Kimiko (Karen Fukuhara) melepaskan kilatan energi masif yang seketika melucuti semua kekuatan super milik Homelander.
Di momen inilah esensi asli dari karakter Homelander langsung terpancar nyata. Begitu kekuatannya hilang, ia berubah menjadi sosok pria yang rapuh, lemah, dan sangat ketakutan-sebuah ironi mengingat sebelumnya ia baru saja mengejek The Deep (Chace Crawford) sebagai seorang pengecut.
Sambil menangis dan memohon-mohon agar nyawanya diampuni di hadapan kamera televisi yang menyiarkannya secara langsung ke seluruh dunia, topeng "Dewa" yang selama ini ia agungkan runtuh sepenuhnya.
Meskipun Homelander mencoba menawarkan hal-hal memalukan demi bisa bertahan hidup, Butcher tidak goyah. Mengucapkan kalimat dedikasi, "Ini untuk Becca-ku," Butcher menghantamkan sebuah linggis tepat ke arah dahi Homelander dan membelah tengkoraknya.
Pemimpin tirani itu tewas seketika, meninggalkan bukti nyata kepada dunia bahwa pahlawan yang mereka puja selama ini tak lebih dari seorang monster pengecut.
Keputusan showrunner Eric Kripke untuk memberikan hak eksekusi mati kepada Billy Butcher merupakan sebuah perubahan drastis jika dibandingkan dengan versi komik aslinya.
Dalam komik karya Garth Ennis, Homelander sebenarnya tewas di tangan Black Noir (yang di versi serial diperankan oleh Nathan Mitchell)-yang dalam versi cetak diungkap sebagai klon dari Homelander sendiri yang sengaja diciptakan untuk mengawasinya.
The Boys Foto: Dok. Ist |
Namun, sejak Black Noir versi asli tewas di Season 3, Kripke memilih jalur narasi yang jauh lebih personal. Memberikan penyelesaian konflik langsung antara Butcher dan Homelander dirasa jauh lebih memuaskan secara emosional bagi penonton, mengingat hubungan penuh kebencian dan takdir yang saling terikat di antara keduanya adalah motor penggerak utama serial ini selama tujuh tahun terakhir.
Meski Season 5 sempat dinilai memiliki masalah dalam hal tempo penceritaan, adegan kematian Homelander diakui sebagai salah satu momen paling ikonik yang akan terus diingat dalam sejarah budaya pop modern.
Serial The Boys berhasil membuktikan bahwa keadilan-meski disajikan lewat cara yang sangat brutal-tetap bisa tersampaikan dengan indah.
(ass/pus)













































