Perjuangan Menyatukan Tom Cruise, Val Kilmer, dan Anthony Edwards di Top Gun

Asep Syaifullah
|
detikPop
Top Gun
Foto: Dok. Paramount
Jakarta - Film ikonik Top Gun (1986) tidak hanya sukses merajai jajaran box office, tetapi juga berhasil melambungkan nama Tom Cruise menjadi jajaran aktor papan atas Hollywood.

Namun, di balik kesuksesan besar tersebut, ada perjuangan luar biasa dari cast director, Margery Simkin, yang harus beradu argumen dengan pihak studio dan produser demi mendapatkan jajaran pemain yang sempurna.

Dalam sebuah kilas balik menyambut perayaan rilisnya film tersebut, Simkin menceritakan betapa tidak mudahnya menyatukan nama-nama besar seperti Tom Cruise, Val Kilmer, Anthony Edwards, hingga Meg Ryan dalam wawancara bersama Gold Derby (19/5).

Pada awalnya, mendapatkan Tom Cruise bukanlah perkara mudah karena masalah biaya.

"Saya saat itu sedang banyak memegang proyek dengan aktor-aktor di usia tersebut," kenang Simkin.

"Jadi, mereka mengirimkan naskahnya kepada saya, lalu [produser] Don Simpson menelepon saya dan berkata, 'Paula Wagner (agen Tom Cruise) meminta satu juta dolar untuk Tom. Siapa lagi pilihan aktor yang kita punya?'"

Simkin sempat mencoba mencari alternatif aktor lain yang lebih murah untuk memenuhi permintaan Simpson. Ia memeriksa kembali catatan-catatannya tentang para aktor muda potensial yang pernah ia audisi selama beberapa tahun terakhir.

Namun, Simkin teringat pernah bertemu Cruise saat sang aktor baru saja menyelesaikan film Taps (1981).

"Saya pernah melihat sisi Cruise yang lebih tangguh, jadi saya tahu dia memiliki kualitas itu. Dan karena saya sudah pernah bertemu dengannya, saya tahu dia sangat menawan," jelas Simkin.

Bagi Simkin, kombinasi antara karakter yang tangguh namun menawan adalah formula sempurna untuk sosok Letnan Pete "Maverick" Mitchell.

"Ada banyak aktor hebat di luar sana. Tapi ketika Anda memikirkan peran ini, Tom adalah yang terbaik di antara semua aktor pada masa itu," ujarnya.

"Jadi, saya menelepon Don kembali dan berkata, 'Bayar saja dia.'"

Setiap pilot hebat butuh seorang wingman. Untuk Maverick, sosok itu adalah Letnan Nick "Goose" Bradshaw. Karakter ini memiliki tugas berat: tidak boleh menenggelamkan pesona Maverick, tetapi harus memberikan kesan mendalam yang tak terlupakan bagi penonton.

"Setiap peran memiliki tujuannya sendiri dalam sebuah naskah. Tujuan dari karakter Goose adalah membuat penonton sangat peduli kepadanya, sehingga ketika dia meninggal, hati Anda akan hancur," refleksi Simkin.

Namun, produser Don Simpson awalnya memiliki ide berbeda. Ia menginginkan seorang komedian yang bisa menjadi rekan humoris bagi Maverick, seperti Paul Reiser (yang pernah diaudisi Simkin untuk film Beverly Hills Cop).

Top GunTop Gun Foto: Dok. Paramount

"Don benar-benar menginginkan seorang komika. Dia berkata, 'Saya ingin seseorang yang lucu.' Dan saya menjawab, 'Tujuan dari peran ini adalah agar penonton peduli saat dia mati, dan penonton akan benar-benar terpukul saat karakter Tony (Goose) ini meninggal.'"

Simkin kemudian mengajukan nama Anthony Edwards. Saat itu, Edwards baru membintangi peran-peran kecil di film Fast Times at Ridgemont High dan Revenge of the Nerds, serta belum benar-benar mendapatkan peran besar yang melambungkan namanya.

Simkin yang sudah sering melihat Edwards di ruang audisi tahu betul bahwa Top Gun adalah film yang tepat untuknya.

"Dia sangat simpatik," jelas Simkin.

"Ada pancaran kebaikan di wajahnya. Saya berpikir orang-orang akan langsung menyukainya dan akan sangat sedih saat dia meninggal."

Simkin tetap teguh pada pendiriannya melawan keinginan produser, dan keputusan tersebut terbukti sangat tepat.

"Dua perdebatan terbesar dalam proses casting film Top Gun adalah tentang Anthony Edwards dan Val Kilmer," ungkap Simkin.

"Saya sangat bangga dengan keputusan itu, karena jika Anda melihatnya sekarang, hubungan karakter-karakter itulah yang menjadi titik awal dari lompatan besar untuk film sekuel barunya (Top Gun: Maverick)."

Lewat insting dan kegigihan Simkin puluhan tahun lalu, Top Gun berhasil bertransformasi dari sekadar film aksi penuh adrenalin menjadi sebuah mahakarya budaya pop yang legendaris dan tak lekang oleh


(ass/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO