Matt Damon dan Ben Affleck Digugat Polisi Miami Terkait Film The Rip
Gugatan tersebut dilayangkan oleh Sersan Jason Smith dan Detektif Jonathan Santana. Keduanya merasa keberatan dengan penggambaran karakter dalam film yang dinilai sangat mirip dengan sosok mereka di dunia nyata, namun dicitrakan dengan perilaku yang negatif dan tidak etis sebagai penegak hukum.
"Film ini menggambarkan anggota tim narkotika penggugat yang dapat diidentifikasi sebagai sosok yang korup, kriminal, dan tidak beretika secara profesional," bunyi poin dalam dokumen gugatan tersebut dilansir dari Forbes News, Sabtu (16/5/2026).
The Rip sendiri merupakan film aksi yang terinspirasi dari peristiwa nyata pada tahun 2016 silam. Saat itu, pihak kepolisian Miami-Dade melakukan penggerebekan besar-besaran di sebuah rumah di Miami Lakes dan menemukan uang tunai lebih dari USD 20 juta yang disembunyikan di dalam ember-ember plastik di balik dinding rumah tersebut.
Meski film tersebut mencantumkan label terinspirasi dari peristiwa nyata, kedua polisi tersebut menegaskan bahwa elemen drama dalam film tersebut telah melenceng jauh dari fakta yang ada.
Dalam film, karakter yang diperankan Matt Damon dan Ben Affleck digambarkan terlibat dalam konspirasi pencurian uang hasil sitaan hingga aksi kekerasan terhadap agen federal.
"Terlepas dari fakta bahwa penyitaan besar-besaran memang terjadi, peristiwa-peristiwa kriminal yang digambarkan dalam film tersebut tidak pernah terjadi," tegas para penggugat dalam pernyataan hukum mereka.
Jonathan Santana, salah satu polisi yang menggugat, mengungkapkan judul film tersebut pun sudah menyiratkan konotasi negatif. Ia merasa reputasi profesionalnya hancur karena publik mulai mengaitkan dirinya dengan aksi pencurian uang yang ditampilkan dalam film garapan sutradara Joe Carnahan itu.
"Saat Anda melakukan 'Rip', artinya Anda mencuri sesuatu. Kami tidak pernah mencuri satu dolar pun. Orang-orang kini mendekati kami dan bertanya berapa banyak ember uang yang saya simpan," ungkap Santana kepada media setempat.
Dalam gugatan tersebut, mereka mengeklaim mengalami tekanan emosional yang hebat serta hilangnya peluang karier di masa depan karena citra polisi kotor yang melekat setelah film tersebut dirilis di platform Netflix.
"Para penggugat telah menderita kerugian substansial terhadap reputasi pribadi dan profesional mereka karena film dan promosinya menyiratkan pelanggaran perilaku dan penilaian yang buruk," lanjut tim pengacara penggugat.
Di sisi lain, pihak Artists Equity melalui pengacaranya telah memberikan tanggapan awal. Mereka menegaskan film The Rip adalah karya fiksi murni meskipun mengambil inspirasi dari kejadian di Miami Lakes tersebut. Mereka berdalih penggunaan nama karakter dan alur cerita telah disesuaikan untuk keperluan dramatisasi layar lebar.
Baca juga: Rekomendasi 5 Film Bioskop Weekend Ini |
"Karakter dan peristiwa yang digambarkan telah difiksionalisasi untuk tujuan dramatis, dan kemiripan apa pun dengan orang yang sebenarnya adalah murni kebetulan dan tidak disengaja," tulis pihak Artists Equity dalam surat balasan mereka.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih bergulir di pengadilan federal Florida. Pakar hukum menilai kasus ini akan menjadi perdebatan panjang mengenai batasan antara kebebasan artistik dalam industri perfilman dengan perlindungan nama baik bagi individu yang menjadi sumber inspirasi sebuah karya seni.
(ahs/ass)











































