Little Women The Broadway Musikal Membius Pencinta Teater Jakarta
Sutradara dan produser, Josephine Angelica, mengatakan animo pentas musikal Little Women jadi salah satu pertimbangan buat mementaskannya ulang.
"Iya, animo besar 3 kali show pas di Komunitas Salihara, banyak yang bilang 'Kok, gak lebih lama lagi sih'. Sekarang di tahun ke-6 kami lebih percaya diri karena sudah mementaskan Sister Act, Cinderella, jadi secara komunitas sudah bertumbuh. Buat aku sendiri, ini jadi waktu yang tepat untuk membawakannya kembali," ungkapnya saat diwawancarai detikpop, jelang akhir pekan ini.
Sejak awal Centascom mementaskan Little Women The Broadway Musical, rights-nya sudah berhasil didapatkan dari Music Theatre Internasional. Censtacom berhasil dapatkan rights buat judul pertunjukan, lagu-lagu yang dinyanyikan, dan dialog full dalam bahasa Inggris.
"Skrip full, dan semua music orkestra dapat rights," sambungnya.
Penampilan para bintang Little Women The Broadway Musikal di Graha Bhakti Budaya, TIM, Jakarta Pusat. Foto: dok. Censtacom |
Sama seperti cerita adaptasi dari novel klasik Louisa May Alcott, panggung musikal ini berlatar di antara Little Women dan Good Wives. Latarnya dua tahun setelah peristiwa utama, lalu balik ke cerita awal bersama saudara perempuan dari keluarga March.
Pentasnya menceritakan perjalanan tumbuh dewasa empat bersaudara yakni Meg, Jo, Beth, dab Amy March, yang penuh dengan mimpi, cinta, dan tantangan keluarga.
Perjuangan para March bersaudara menemukan jati diri, mengejar impian (terutama Jo sebagai penulis), dan menghadapi kedewasaan.
"Ceritanya tentang ambisi, cinta dalam keluarga, dan perjalanan jati diri. Saya pikir sesuatu yang masih relevan walaupun sumber material dari buku yang terbit tahun 1850-an, sampai sekarang topik dalam buku dan musikal masih relevan," timpal Co-sutradara, Amadeus Rayhan.
"Kebanyakan show yang kita tonton itu yang glamour atau cerita pendekar gitu, sedangkan cerita kehidupan sehari-hari yang lebih simple, hangat, dijamin akan bikin nangis. Cerita yang simple," terang Josephine.
Ada 10 pemain inti yang berperan dari atas panggung, dan didukung lebih dari 200 kru di balik layar. Menurut keduanya, ada beberapa adegan maupun pengembangan karakter yang disesuaikan dengan kebutuhan panggung musikal di Jakarta.
"Ada salah satu karakter yang di-adjust lebih antagonis," sambungnya.
Pentasnya masih bisa ditonton pada Minggu (10/5) pukul 14.00 dan 19.00 WIB. Siap terbius dengan satu lagi musikal klasik yang gak lekang oleh waktu?
(tia/aay)












































