Mark Ruffalo Ungkap Aktor Takut Di-blacklist Hollywood Soal Paramount-Warner Bros.
Dalam sebuah opini terbaru (via Variety pada 7 Mei) yang ia tulis bersama Matt Stoller (Direktur Riset American Economic Liberties Project), bintang Avengers ini mengungkapkan adanya iklim ketakutan yang mendalam di kalangan pekerja seni Hollywood terkait rencana penggabungan (merger) antara Paramount dan Warner Bros. Discovery.
Ruffalo mengklaim bahwa banyak aktor dan kreator papan atas sebenarnya menentang keras kesepakatan senilai $110 miliar tersebut. Namun, mereka memilih untuk bungkam dan menolak mencantumkan nama dalam petisi terbuka karena takut akan "balas dendam profesional" atau dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) oleh studio.
"Merger ini akan menyebabkan banyak kerugian di Hollywood, namun satu dampak sudah mulai terasa: orang-orang takut untuk mengatakan apa yang mereka pikirkan tentang industri mereka sendiri," tulis Ruffalo.
Hingga saat ini, kampanye bertajuk "Block the Merger" telah mengumpulkan lebih dari 4.000 tanda tangan, termasuk nama-nama besar seperti Jane Fonda, Joaquin Phoenix, Pedro Pascal, dan Kristen Stewart.
Meski begitu, Ruffalo menyoroti banyaknya nama A-lister yang absen karena kekhawatiran akan kehilangan peluang kerja di masa depan.
Kekhawatiran utama para pekerja seni meliputi: Jika merger terjadi, jumlah studio besar di Hollywood akan menyusut hanya menjadi empat, yang berarti lebih sedikit tempat bagi kreator untuk menjual ide mereka.
Konsolidasi besar-besaran biasanya diikuti oleh PHK massal dan pembatalan proyek demi penghematan biaya.
Ruffalo memperingatkan regulator untuk tidak percaya pada "janji kosong para miliarder yang didorong oleh keserakahan."
Rencana akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance telah disetujui oleh pemegang saham pada April 2026. Namun, kesepakatan ini masih harus melewati tinjauan ketat dari regulator antimonopoli dan Jaksa Agung beberapa negara bagian, termasuk California.
Pihak Paramount sendiri membela kesepakatan ini dengan berargumen bahwa merger tersebut justru akan menciptakan lebih banyak peluang bagi para talenta untuk berkarya dalam skala global yang lebih luas.
Ruffalo tampaknya sedang memimpin "pemberontakan" nyata di industri. Menurutmu, apakah suara para aktor ini cukup kuat untuk membatalkan kesepakatan bisnis bernilai ratusan triliun rupiah tersebut?
(ass/tia)











































