Sheila On 7 Blak-blakan soal Pejantan Tangguh yang Sempat Gak Laku
Misal ketika album Pejantan Tangguh dirilis pada 2004, tepat pada usia ke-8 tahun Sheila On 7. Ternyata album itu menjadi momen tingginya ego Sheila On 7, berujung mengenyampingkan arahan dari label Sony Music Indonesia.
Mereka membuat album Pejantan Tangguh dengan refrensi musik yang saat itu di dengarkan. Merasa akan berjalan baik, Sheila On 7 pun memilih mengikuti keinginannya ketimbang arahan label. Hal itu kemudian berakhir menjadi penyesalan.
"Itu adalah salah satu keegoisan kami memikirkan keinginan. Secara industri mungkin penjualannya kurang (album Pejantan Tangguh) dibanding album sebelumnya, tapi secara kepuasan musik kami sangat puas," ujar sang vokalis, Duta pada jumpa pers di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).
Ya, saat itu usia para personel masih berusia antara 24-25 tahun. Usia saat mereka merasa egonya tak terbendung. Saat itu mereka mencoba mengaplikasikan musik Silverchair sampai Radiohead yang ternyata justru gak works buat karier Sheila On 7.
Baca juga: Pesona Sederhana Sheila On 7 Makin Nyata |
"Kami egois, gak mikirin pendengar," sambung Duta.
Sang gitaris, Eross kemudian menambahkan bahwa kejadian itu menjadi pelajaran bagi band asal Jogja ini. Eross merasa hal-hal yang gak bijak itu juga pernah dilakukan Sheila On 7.
"Setelah itu baru kami belajar. 'Oh oke, referensi yang seperti ini bijak kalau dituangkan di album, yang itu mending gak usah'. Jadi buat musisi baru, belajarlah dari pengalaman," jawab Eross.
