Ariel NOAH Buka-bukaan Beban Perankan Dilan di Film Dilan ITB 1997

Muhammad Ahsan Nurrijal
|
detikPop
Ariel NOAH
Foto: Dok.Falcon Pictures
Jakarta - Penyanyi Ariel NOAH kembali ke dunia seni peran lewat proyek film terbaru Dilan ITB 1997. Menghidupkan kembali karakter ikonik ciptaan Pidi Baiq dalam fase dewasa ternyata memberikan tekanan tersendiri bagi musisi kelahiran Pangkalan Brandan, Sumatera Utara tersebut.

Pemilik nama asli Nazril Irham mengakui memikul tanggung jawab sebagai Dilan, yang sebelumnya sudah sangat melekat pada aktor lain, bukanlah perkara mudah. Ia sadar betul setiap perubahan pemeran dalam sebuah karakter yang sudah memiliki basis massa besar punya risiko dibanding-bandingkan.

"Kalau beban itu pasti ada. Cuman ya namanya juga kalau kita meranin satu tokoh yang sudah ikonik dan diganti-ganti, itu risikonya pasti ada," kata Ariel NOAH saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).

Bagi vokalis band NOAH ini, fenomena pergantian aktor pada tokoh besar adalah hal yang wajar dalam industri film global. Ia menganalogikan peran Dilan dengan tokoh-tokoh pahlawan super legendaris dari Hollywood yang terus berganti wajah dari masa ke masa sesuai dengan kebutuhan cerita dan perkembangan waktu.

"Kayak Batman atau Superman juga begitu. Cuman itu kan nggak bisa dicegah, itu milik mereka. Begitu penulisnya melempar itu ke publik, dia milik publik," tuturnya.

Meskipun menyadari adanya potensi pro dan kontra dari para penggemar Dilan, Ariel memilih untuk tidak terlalu terbebani oleh ekspektasi orang lain. Fokus utamanya saat ini adalah memberikan interpretasi terbaik untuk sosok Dilan versi mahasiswa ITB di era akhir 90-an yang memiliki pergolakan batin lebih kompleks.

"Jadi apa pun pendapat publik kita dengerin aja. Yang penting kita sudah berusaha 100 persen," tegasnya.

Rasa gugup dan tekanan emosional sempat menghampiri Ariel pada tahap awal produksi sebelum proses syuting dimulai. Namun, kehadiran serta dukungan penuh dari rekan-rekan sesama pemain seperti Raline Shah dan Niken Anjani diakuinya sangat membantu dalam mengatasi kecemasan tersebut.

"Awalnya iya (merasa tekanan), cuma karena teman-temannya dari Raline, Niken, semuanya, Bunda, itu semuanya pada jagain. Istilahnya kasih support, kasih tahu A, B, C, D. Jadi pressure-nya hilang, nervous-nya hilang," pungkasnya.

Film Dilan ITB 1997 sendiri akan membawa penonton pada perjalanan emosional Dilan yang lebih matang di tengah dinamika kampus dan gejolak sosial politik tahun 1997. Kehadiran Ariel NOAH diharapkan mampu memberikan warna baru sekaligus kedewasaan pada karakter yang selama ini dikenal usil di masa SMA tersebut.

(ahs/aay)




TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO