Alasan Iqbaal Ramadhan Main di Film Monster Pabrik Rambut

Febryantino Nur Pratama
|
detikPop
Film Pabrik Rambut
Pemain film Monster Pabrik Rambut. Foto: Febri/detikHOT
Jakarta - Aktor sekaligus produser eksekutif Iqbaal Ramadhan, berbagi cerita di balik keterlibatan dalam film horor fantasi Monster Pabrik Rambut. Dalam proyek ini, ia tak hanya berakting sebagai Bona, tetapi juga duduk sebagai produser eksekutif.

Iqbaal menjelaskan, film ini berangkat dari pengalaman universal para pekerja yang kerap menghadapi tekanan. Baik dari atasan maupun lingkungan kerja.

"Situasi-situasi horor itu sangat mungkin terjadi. Bisa dengan atasan yang killer, kolega yang saling 'menusuk dari belakang', atau ekspektasi berlebih sampai mengorbankan kesehatan mental dan fisik kita," ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta, semalam.

Menurutnya, isu tersebut relevan untuk berbagai bidang pekerjaan.

"Berangkat dari situ, ngerasa ini topik yang bisa diberikan kepada penonton Indonesia," lanjutnya.

Iqbaal berharap film ini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka ruang diskusi. Terutama untuk kelas pekerja.

"Semoga bisa jadi karya horor fantasi yang juga 'ajaib', yang bikin orang bertanya: 'Apa sih yang gue dapat dari film ini?' Karena walaupun dibungkus horor, ada pesan yang menurut saya sangat dalam," jelasnya.

Dalam film ini, Iqbaal memerankan Bona, karakter yang memiliki kemampuan regeneratif. Bona juga menjadi sosok penting dalam mengungkap misteri di pabrik bersama kedua kakaknya.

"Dia punya kemampuan regeneratif yang jadi petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi di pabrik itu. Ia membantu menginvestigasi siapa sebenarnya Mariati dengan segala keajaiban yang dia punya," tambahnya.

Menariknya, film ini juga mendapat respons positif saat diputar di Festival Film Berlin atau Berlinale. Iqbaal mengaku terkejut karena, isu kejamnya dunia kerja yang diangkat ternyata relate dengan penonton internasional.

"Saya kaget, ternyata responsnya mereka punya kedekatan yang sama. Walaupun kulturnya berbeda, tapi perasaan soal kerja keras, lembur, sampai mempertanyakan 'ini gue kerja buat apa?' itu sama," katanya.

Ia bahkan menyebut pengalaman pekerja dengan bos killer ternyata juga dirasakan di luar Indonesia.

"Kita pikir cuma di Indonesia aja, ternyata di Eropa pun sama," ujarnya.

Tak hanya itu, keterlibatan Iqbaal sebagai produser eksekutif juga didorong pengalaman pribadi yang sudah bekerja sejak kecil. Sehingga ada pengalamannya eksploitasi di Industri.

"Saya pribadi bekerja dari umur 9 tahun. Saya nggak mau bilang semua pekerjaan saya ideal," ungkapnya.

Ia mengakui, ada fase-fase tidak menyenangkan yang harus dihadapi dalam dunia kerja.

"Ada hal-hal yang tidak mengenakkan tapi ya sudah, 'terima aja, legowo'," katanya.

Pengalaman itu membuatnya merasa dekat dengan isu yang diangkat film ini. Tak hanya dirinya Iqbaal merasa rekan-rekannya mengalaminya hal yang sama seperti mendapatkan tekanan dikala menyampaikan kebenaran.

"Teman-teman saya di berbagai bidang juga merasakan hal yang sama. Bahkan ada yang mendapat tekanan karena menyampaikan kebenaran," lanjutnya.

Iqbaal berharap film ini bisa menjangkau penonton luas sekaligus memantik percakapan.

"Harapannya film ini bisa membuka ruang diskusi. 'Gue ngerti perasaannya'-itu yang pengen kita capai," tutupnya.

Monster Pabrik Rambut (judul internasional Sleep No More) dijadwalkan tayang pada 4 Juni 2026. Film ini mengisahkan Putri (Rachel Amanda) yang kehilangan ibunya setelah bekerja tanpa henti. Bersama sang adik Ida (Lutesha), ia mencoba mengungkap misteri di balik kematian tersebut.

Bona, sang adik bungsu yang diperankan Iqbaal, memiliki kemampuan unik yang justru menyeretnya ke dalam bahaya saat menghadapi sosok misterius di pabrik.




(fbr/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO