Alasan Seluruh Minion Berjenis Kelamin Laki-laki

Muhammad Ahsan Nurrijal
|
detikPop
Ilustrasi Minion di Universal Studio Japan
Minion (Foto: usj.co.jp)
Jakarta - Sebagai salah satu ikon pop culture dalam dua dekade terakhir, Minions selalu berhasil mencuri perhatian lewat tingkah konyol mereka di waralaba Despicable Me. Namun, ada satu fakta yang mungkin belum disadari oleh banyak penggemar, yaitu seluruh makhluk kuning itu adalah laki-laki.

Kreator Minions, Pierre Coffin, mengonfirmasi tidak ada satu pun Minion yang berjenis kelamin perempuan. Ia yang juga bertindak sebagai sutradara sekaligus pengisi suara bagi karakter ikonik seperti Kevin, Stuart, dan Bob, memiliki alasan tersendiri di balik keputusan kreatif tersebut.

"Melihat betapa bodoh dan tololnya mereka, saya benar-benar tidak bisa membayangkan jika Minion adalah perempuan," kata Pierre Coffin dalam wawancaranya bersama The Guardian.

Pernyataan ini merujuk pada sifat para Minion yang seringkali ceroboh, tidak dewasa, dan memiliki pandangan hidup yang sangat sederhana. Karakteristik yang cenderung destruktif dan konyol tersebut dianggap lebih cocok direpresentasikan melalui figur laki-laki dalam semesta Despicable Me. Meskipun keputusan ini terkesan kontroversi di tengah isu kesetaraan gender di industri film, Pierre Coffin menilai elemen ini justru memberikan daya tarik komedi yang kuat.

Selain perihal gender, Pierre Coffin juga memberikan penjelasan mengenai sistem reproduksi makhluk-makhluk ini yang sering menjadi pertanyaan besar. Karena tidak ada versi perempuan, para Minion tidak berkembang biak secara biologis layaknya manusia. Terdapat dua teori populer yang berkembang di kalangan penggemar dan kreator, yaitu mereka diciptakan melalui mesin kloning atau mereka merupakan organisme abadi yang telah ada sejak awal sejarah bumi.

Hal menarik lainnya yang dibahas oleh Pierre Coffin adalah struktur bahasa Minion yang terdengar menggemaskan namun sulit dimengerti. Ia menegaskan bahasa tersebut tidak memiliki arti kata per kata secara harfiah, melainkan sebuah eksperimen linguistik yang unik.

"Itu adalah bahasa omong kosong. Itu merupakan campuran dari berbagai bahasa di dunia dan tujuannya adalah untuk menemukan ritme serta melodi magis tertentu yang membuat bahasa tidak bermakna itu justru terasa masuk akal bagi penonton," terang Pierre Coffin.

Dalam praktiknya, bahasa Minion mengandung serapan kata-kata dari bahasa Inggris, Spanyol, Prancis, Italia, hingga bahasa Indonesia seperti 'terima kasih'. Fokus utama Pierre Coffin adalah memastikan emosi dari setiap ucapan sampai kepada penonton meskipun mereka tidak memahami kosakatanya.

Sejak pertama kali muncul pada film Despicable Me tahun 2010, Minions yang awalnya hanya merupakan karakter pendukung bagi Gru dengan cepat berubah menjadi fenomena global. Kepopuleran mereka bahkan melampaui karakter utamanya, hingga akhirnya memiliki filmm sendiri dan menjadi maskot bagi rumah produksi Illumination. Karakter Kevin, Stuart, dan Bob kini telah menjadi simbol kesuksesan komersial yang menjangkau penonton dari segala usia di seluruh dunia.


(ahs/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO