Agensi Klarifikasi Kabar Pelecehan Seksual Kakak Jisoo BLACKPINK
Kabar ini pertama kali beredar pada 16 April. Media lokal Korea Selatan menyembunyikan identitas pria tersebut, melabelinya sebagai 'kakak dari member girlband populer'.
Spekulasi bergulir bak bola api di media sosial, mengarah ke dugaan bahwa memang benar A adalah kakak Jisoo. Ditambah lagi sosok lain muncul menyiram minyak ke bola yang membara itu. Y, mengaku sebagai istri A, menyebut dirinya mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga).
Nama Jisoo terseret, mencoreng image-nya yang selalu mentereng dan bebas cela. Apalagi BLACKPINK belum lama comeback dan Jisoo juga kembali dalam proyek drama original Netflix.
Beberapa hari setelah kehebohan beredar, manajemen BLISSOO akhirnya buka suara lewat kuasa hukum mereka. Membantah kabar yang beredar dan menegaskan gak ada sama sekali hubungan antara pelaku kasus tersebut dengan Jisoo secara personal, dan manajemen BLISSOO.
"Masalah yang sedang mencuat sama sekali tidak berhubungan dengan artis (Jisoo) dan BLISSOO. Informasi yang beredar di internet berisi spekulasi yang tidak terkonfirmasi dan fitnah," kata mereka dalam pernyataan yang dirilis Senin (20/4/2026).
Dalam keterangan yang sama, pengacara Eun Hyun Ho dari firma hukum Kim & Chang juga menjelaskan soal hubungan Jisoo dengan keluarga. Berusaha memberi konteks terhadap dinamika member BLACKPINK itu dengan orang-orang terdekatnya.
Pengacara menegaskan bahwa Jisoo sejak trainee sudah hidup independen dan jauh dari keluarga. Oleh karena itu, dia tidak dalam posisi yang selalu tahu soal masalah keluarga secara personal, termasuk pria yang sedang berkasus.
Lebih lanjut mereka juga menjelaskan bahwa pria yang berkasus itu gak ada hubungannya dengan BLISSOO. Kabar soal dia menjabat sebagai CEO manajemen Jisoo ini juga tidak benar.
"Di awal pendirian BLISSOO, memang benar artis kami menerima saran dan arahan dari segelintir anggota keluarga dalam bentuk komunikasi dengan pihak-pihak yang relevan. Tapi sama sekali tidak pernah terjadi, dulu atau saat ini, ada anggota keluarga yang menerima kompensasi dari BLISSOO atau terlibat dalam manajemen dan proses pengambilan keputusan manajemen. Sejak didirikan, BLISSOO independen secara keseluruhan tanpa ikut campur dari pihak keluarga," lanjut mereka.
"Klaim soal terduga pelaku adalah co-founder dan CEO BLISSOO tidak benar. Kami menegaskan bahwa oknum tidak ada hubungan secara legal atau manajerial dengan BLISSOO. BLISSOO dan Jisoo tidak pernah memberikan dukungan finansial atau hukum terhadap oknuk tersebut, atau berniat melakukannya di masa depan. Tidak pernah ada komunikasi antara artis kami dengan oknum tersebut dalam hal kasus pelecehan seksual ini," tegas kuasa hukum manajemen.
(aay/mau)











































